oleh

Masuk Bulan Kemarau Banyuwangi Hujan Lebat, Membuat Sungai Bagong Meluap

SUARAMERDEKA.ID – Medio tahun ini semestinya masuk musim kemarau. Tetapi turunya hujan di Banyuwangi dengan cuaca tidak menentu, DPU Pengairan Banyuwangi sudah tanggap untuk antisipasi kemungkinan turunya hujan.

Pengantisipasian dengan activitas extra DPU Pengairan lewat Korsda di bawah naungan Dinas Pengairan menjaga pintu air (PA) secara piket / bergantian dalam 24 jam, di mungkinkan hujan datang sewaktu waktu.

Tingginya curah hujan Selasa malam (8/6/2021) di seputar kota Banyuwangi, membuat alur sungai Bagong menjadi banjir dan meluap menerjang pemukiman warga di sepanjang pinggir sungai Bagong.

Plt Kepala Dinas PU Pengairan, Ir. H. Guntur Priambodo, Kamis (10/6/2022) menjelaskan, curah hujan dini hari kemarin mencapai 90 mm, dengan debit air di Sungai Bagong di atas 20 m3/detik.

Baca Juga :  Dirut CV Handytech II Ditahan Atas Dugaan Korupsi Alat BMKG

“Ini termasuk curah hujan tinggi menuju sangat tinggi, apalagi terjadi selama 4 jam. Sehingga menyebabkan over toping dan menimbulkan banjir dan genangan di Jembatan Sobo dan kawasan sekitarnya. Puncak meluapnya sungai sendiri sekitar satu jam, angkanya 25 – 30 m3/detik. Banjirnya memang tidak lama, cepat surut karena sumber airnya hanya dari limpasan air hujan,” jelas Guntur.

Lanjut Guntur, petugas pintu air telah waspada sejak dini hari tadi. Pihaknya telah melakukan langkah mitigasi untuk mengurangi dampak luapan ini.

“Petugas sejak semalam telah menutup pintu intake, dan pintu flushing (bilas) dibuka. Kalau tidak ditutup, bisa meluber lebih luas. Air sudah kita salurkan langsung ke bawah, ke arah aliran sungai.

Baca Juga :  Workshop Pembentukan Perwakilan Komnas HAM Papua Barat

“Kami juga sudah meninggikan plengsengan di sisi utara Kali Bagong, jadi tidak sampai meluber lebih luas lagi,” tambahhnya.

Guntur mengungkapkan, banjir ini semacam fenomena pengulangan kejadian yang sama empat tahun lalu di kawasan Rogojampi. “Dalam moemori catatan kami, waktu itu banjir terjadi saat di musim kemarau dengan tanggal dan bulan Juni yang tak jauh berbeda. Sama-sama hujan lebat saat di musim kemarau, namun sekarang bergeser ke arah utara. Semacam anomali,” pungkas Guntur.(BUT).

Loading...

Baca Juga