oleh

16 Pengurus DPD PAN Muna Tolak Dukung Rajiun di Pilkada Muna

SUARAMERDEKA.ID – Sebanyak 16 pengurus DPD PAN Muna menyatakan menolak mendukung pasangan Rajiun Tumada-La Pili dalam pilkada Muna 2020. Deklarasi penolakan ini digelar saat pasangan tersebut tengah melakukan perbaikan berkas yang sempat ditolak KPU Muna, Jumat (4/9/2020) lalu.

Penolakan tersebut diumumkan melalui deklarasi penolakan dukungan di salah satu rumah makan yang ada di jalan Wamelai Raha Kabupaten Muna Sulawesi Tenggara, Sabtu (5/9/2020) siang. Deklarasi ini dibacakan oleh Bendahara DPD PAN Muna Nurdin Hengga dengan didampingi sejumlah pengurus lainnya.

Mereka beralasan, penolakan tersebut dilakukan demi kebesaran partai dan menjaga marwah Partai Amanat Nasional. Meski saat ini DPP PAN telah memberikan surat rekomendasi (B1KWK) kepada Rajiun Tumeda.

“Menyatakan menolak dukungan yang dijatuhkan oleh DPP PAN terhadap Rajiun Tumada. Dengan alasan demi kebesaran partai dan menjaga marwah Partai Amanat Nasional. Walaupun itu rekomendasi B1KWK telah dikantongi oleh Rajun dan H La Pili,” kata Nurdin.

Kepada sejumlah wartawan, Wakil Ketua DPD PAN Muna Rahayu Walendo menegaskan, 16 pengurus yang menolak dukungan tersebut menyatakan siap menghadapi segala resiko. Ia menegaskan, pihaknya menolak justru karena ingin menegakkan marwah PAN di wilayah Muna.

“Semua itu kami lakukan karena kami yang sudah membesarkan partai ini bersama-sama, tidak ingin melihat atau mendengarkan adanya orang atau pihak yang mencederai marwah partai ini,” ungkap Rahayu.

Ia mengingatkan kepada seluruh kader PAN di Indonesia dengan peristiwa yang ia sebut sebagai tragedi 23 Februari 2018 di Marobea Muna Barat.

“Usai Rajiun membacakan pengunduran dirinya sebagai Kader PAN. Partai yang telah mengusungnya dalam pencalonan Bupati Muna Barat. Dimana harga diri PAN diinjak-injak. Marwah PAN dikoyak-koyak di depan mata Rajiun. Sejumlah orang diduga dengan sengaja merobek dan membakar bendera, baju dan KTA PAN” terangnya.

Selain itu, para deklarator ini menduga, pasangan Rajiun dan H La Pilih belum pernah mengikuti pengkaderan yang dilaksanakan oleh PAN.

“Bahkan tidak melakukan pendaftaran sebagai bakal calon Bupati Muna 2020-2025, untuk mendapatkan tambahan dukungan dari PAN. Hal inilah yang membuat kami sampai saat ini belum bisa menerima itu semua,” tegas Rahayu. (MAC)

Loading...

Baca Juga