oleh

Pembangunan Bandara Saigun dan Werur Papua Barat Dihentikan Sementara

SUARAMERDEKA.ID – Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara Sorong Cece menyampaikan, pembangunan bandara Saigun di kabupaten Sorong dan Werur di Kabupaten Tambrauw provinsi Papua Barat untuk sementara dihentikan. Kedua bandara ini perlu ada perhatian serius dari kedua Pemerintah Daerah dalam penanganan pembebasan lahan.

Demikian disampaikan Cece di ruang kerjanya, Selasa (12/1/2021). Ia menuturkan, keputusan menghentikan sementara pembangunan kedua bandara ini didasari atas hasil survey UPBU Sorong.

“Untuk Bandara Werur sendiri sudah berbentuk fisik bandara. Namun ternyata kemarin operasionalnya kita tutup sementara dengan alasan keselamatan dan keamanan penerbangan. Mengingat masyarakat Werur telah memalang pintu bandara dan juga meletakkan batu batu besar yang ada di landasan,” kata Cece.

Ia menegaskan, tuntutan masyarakat Werur bukan ditujukan kepada pihak bandara. Namun ditujukan kepada Pemerintah Tambrauw terkait dengan penyelesaian ganti rugi lahan bandara yang tak kunjung selesai.

Ia menekankan, sebelum pihaknya memutuskan untuk menghentikan pembangunan bandara Werur, ia mengaku pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemda Tambrauw terkait permintaan masyarakat setempat. Hal ini mengingat ada kontrak perintis yang harus dijalankan. Masyarakat Werur tetap berharap bahwa sebelum ada penyapaian secara pasti dari Pemda, pemalangan belum bisa dibuka.

Ia menyampaikan, per bulan mei dari Dirjen Perhubungan Bandara sudah menyampaikan surat terkait dengan masalah progress penyelesaian lahan tersebut.

“Karena kami punya catatan dari BPK terkait dengan asset kami yang berdasarkan BP 40 kan seharusnya dibangun di atas lahan yang sudah diserahkan ke Kementerian Perhubungan,” tegasnya.

Cece sangat menyayangkan, kedua bandara Werur dan Saigun sampai saat ini persyaratan belum dipenuhi oleh Pemda setempat terkait penyelesaian lahannya. Hingga saat ini, ia mengaku belum ada dokumentasi yang diserahkan ke pihaknya.

“Untuk pembangunan selanjutnya tanpa ada pemalanganpun kita hentikan aktifitas dulu sebelum permasalahannya selesai. Begitu juga di Bandara Saigun yang sekian lama kita hentikan sehingga Bandara Saigun sudah tertutup dengan rerumputan. Kenapa? Karena dikhawatirkan ada indikasi modal yang cukup besar tetapi Pemda setempat belum melakukan aktifitas apapun disana,” ujar Cece.

Kepala Bandara Deo Sorong yang baru ini merasa terharu dengan pembangunan bandara yang begitu luarbiasa mulai dari landasannya yang cukup bagus, rata, terpelihara dengan baik. Ia mengakui, kualitas pembangunan gedung terminal dan interior gedungnya sangat bagus.

Ia juga menyampaiakan, pihak Pemda Tambrauw akan berupaya untuk membalas semua surat terkait dengan progress yang akan kita lakukan di bulan Januari dan Februari ini. Dikatakan, pihaknya belum ada koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sorong, tetapi jika dilihat dari posisi penunjang prasarana yang dibutuhkan dalam bandar udara dirasa masih belum baik. Selain itu, akses jalannya juga masih sulit untuk dilalui ke Bandara Saigun.

“Sebenarnya di setiap tahun sudah ada anggaran untuk pembangunan bandara. Namun kita kembali lagi. Selama itu TGRnya belum kita selesaikan, maka kita tidak mungkin menambah modal lagi di sana. Karena semakin besar catatan buat kita. Sehingga tahun ini kita hentikan untuk pembangunan bandara,” tukas Cece.

Lanjutnya, yang menjadi tanggungjawab Pemda yang belum diselesaikan, baik itu pembebasan lahan maupun pekerjaan grabbing ataupun perbaikan lahan.

“Sehingga kedua bandara ini untuk sementara pembangunannya akan ditunda dulu sampai dengan adanya progress selanjutnya terkait dengan penyelsaian lahan dan progress untuk pekerjaan-pekerjaan yang sesuai dengan komitmen,” tutupnya. (OSB)

Loading...

Baca Juga