oleh

Peringati HPN, DPC PWRI Banyuwangi Gelar Diskusi Bersama Dengan Ngobar

SUARAMERDEKA.ID – Sejumlah wartawan dan kompeten dewan pimpinan cabang (DPC) Persatuan Wartawan Republika Indonesia (PWRI) Banyuwangi, terdiri dari media Cetak dan Online memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2024 dengan Ngobar (Ngopi bareng) dilanjut diskusi . Momen HPN tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas profesionalisme wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistik mereka di Bumi Blambangan, Jumat (09/02/2024).

Giat acara ngobar dan diskusi bersama wartawan Banyuwangi tepat di Hari Pers Nasional tahun ini, dihadiri Ketua DPC Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Banyuwangi, Nur Mujayin.

Ketua DPC PWRI Cabang Banyuwangi, mengatakan kalau sejumlah anggota kita ini berdiskusi mengenai beragam topik, seperti etika jurnalistik, teknik penulisan berita yang baik, serta masalah yang sedang berkembang di masyarakat.

Baca Juga :  Kecamatan Huamual Belakang Rayakan Hari Jadi Kabupaten Seram Bagian Barat Ke-17

“Di hari (H) HPN ini, bertepatan Jumat berkah dengan Ngobar bersama anggota, kami berharap segenap insan pers di Banyuwangi, khususnya anggota kami semakin terlatih dan siap dalam menjalankan tugas jurnalistik, mengedepankan kode etik jurnalistik, melakukan tugasnya dengan nara sumber yang balance, serta profesional.” tutur Nur Muzayin, akrab disapa Zayin, Jumat (9/2/2024).

Lanjut Jayin, acara ngopi dan diskusi bersama wartawan pada ini menjadi manifestasi dari solidaritas di antara para jurnalis. Dalam acara ini, para wartawan dapat memberikan tanggapan, saran, dan kritik untuk membantu sesama wartawan dalam memenuhi kebutuhan pembaca atau penonton.

“Hemat saya kerjasama dan persatuan antar wartawan sangatlah penting untuk menjaga kebebasan pers dan melindungi hak masyarakat atas informasi yang transparan.” tambah Jayin.

Baca Juga :  Bapenda Banyuwangi Perpanjang Batas Akhir Pembayaran PBB

Jayin menambahkan, Peringatan Hari Pers Nasional pada tahun ini memberikan sejumlah pelajaran yang berharga bagi wartawan di Banyuwangi, khususnya anggota PWRI.Teknologi dan media sosial (Medsos) dapat digunakan sebagai alat untuk memperoleh berita dan informasi terbaru, namun etika dan tanggung jawab jurnalistik tetap harus dikedepankan.

“Para wartawan dapat menggunakan pengalaman mereka dalam Ngobar dan diskusi bersama untuk menyeimbangkan kualitas profesionalisme dengan kemajuan teknologi saat ini.” pungkasnya.(BUT).

Loading...