oleh

Relawan Naomi Piet Sebut KPUD Supiori Tidak Profesional dan Konsisten

SUARAMERDEKA.ID – Ketua Relawan NAPI (Naomi Piet) Nomor urut 2 Musa Rumkabu menyebut KPUD Supiori tidak profesional dan konsisten atas keputusan menunda pelaksanaan debat kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Supiori. Pasalnya, pemberitahuan pembatalan disampaikan secara lisan kepada lima pasangan calon yang sudah siap melakukan debat kandidat di Gedung Kesenian jalan Korido Raya, Senin (30/11/2020).

“Surat pemberitahuan pembatalan ini bukan menjadi dasar pengambilan sikap dalam keputusan yang baik. Lagi pula pemberitahuan yang sifatnya Lisan (tidak resmi-red). Dan disampaikan kurang lebih 10 menit menjelang pukul 16.00 WIT,” tandas Musa Rumkabu di Posko Kualisi Partai Politik.

Ia menyebut, KPUD Supiori tidak konsisten dalam melaksanakan tahapan kampanye debat kandidat pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Supiori. Sebab, Musa Rumkabu menuturkan,  jadwal debat kandidat ditunda beberapa kali. Dari rencana awal pada tanggal 21 November 2020 ditunda ke tanggal 28 November. Lalu di tunda lagi ke tanggal 30 November pukul 10:00 WIT, setelah itu waktu dimundurkan lagi pada pukul 16:00 WIT. Kemudian di tunda lagi ke tanggal 2 Desember.

“Hal ini menunjukkan bahwa KPUD Supiori tidak memiliki perencanaan jadwal kampanye yang jelas. Apa yang menjadi persoalan tentang hal tersebut diatas? Apakah murni ada kelalaian ataukah ada yang membawa pesan politik dan atau ada sponsor tertentu?” tanya Musa Rumkabu.

Ketua tim relawan Musa Rumkabu menyesalkan kinerja KPUD Supiori yang gonta ganti tanggal dan waktu pelaksanaan debat kandidat. Ia pun menyebut Kabupaten Supiori memiliki Penyelenggara KPUD yang tidak profesional dan tidak konsisten dalam pelaksanaan jadwal kampanye yang sudah ditetapkan.

Ketua tim koalisi Lies Kadiwaru juga menyatakan kekecewaannya dengan kinerja Komisioner KPUD Supiori tidak profesional. Ia menyebut tata cara kerja Komisioner KPUD telah menciderai proses dinamika demokrasi di Kabupaten Supiori.

“Dan akan mengakibatkan hal hal yang bisa merugikan banyak pihak, terutama dalam suasana Pilkada saat ini yang sangat dijaga oleh sumua pihak untuk kenyamanan rakyat Supiori. Kami minta kepada Bawaslu dan KPU Provinsi Papua supaya mengevaluasi kinerja KPUD Kabupaten Supiori,” ujarnya. (OSB) 

Loading...

Baca Juga