oleh

Warinussy Minta Presiden Beri Akses Luas Bagi Tim Ad Hoc Hitadipa

SUARAMERDEKA.ID – Direktur Eksekutif Lembaga Penelitian, Pengkajian dan Pengembangan Bantuan Hukum (LP3BH) Manokwari Yan Christian Warinussy memohon kepada Presiden RI Joko Widodo untuk segera memberi akses luas bagi dibentuknya Tim Ad Hoc Hitadipa yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (HAM) RI.  Sebab hal tersebut secara hukum telah diamanatkan dalam pasal 18 ayat (2) UU RI No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM, Sabtu (26/9/2020).

Dengan adanya dugaan terjadinya kejahatan kemanusiaan (crime againts humanity) dalam kasus kematian Pdt. Yeremia Zenambani menjadi alat penting bagi rakyat Papua untuk mendesak negara melakukan keberpihakannya yang nyata, adil dan jelas. Mengingat selama ini posisi strategis almarhum Pendeta Yeremia Zenambani sebagai salah satu figur teladan di GKII Tanah Papua, ucap Warinussy saat dihubungi melalui WhatsApp.

“Dugaan awal terjadinya perbuatan melawan hukum sebagaimana dimaksud dalam amanat pasal 9 UU Pengadilan HAM makin kuat. Maka dengan demikian Komnas HAM bersama petugas lapangan dari Gereja Kristen Injili di Indonesia (GKII) melakukan investigasi kematian Pendeta Yeremia Zenambani,” kata Warinussy.

Yan Christian Warinussy menambahkan bahwa harus ada orang orang penting yang membidangi kasus pelanggaran HAM yakni Advokat Latifah Anus Siregar, Ahli Hukum Profesor Melkias Hetharia dan Advokat Yuliana Langowuyo. Mereka ini adalah orang orang yang sangat penting duduk dalam tim guna melakukan investigasi (penyelidikan) awal, hingga membawa perkara ini ke pengadilan HAM yang bakal dibentuk di Tanah Papua.

“Berkenaan dengan hal tersebut, perlu segera negara menempatkan miminal 3 (tiga) atau 2 (dua) hakim ad Hoc HAM di Pengadilan Negeri Kelas 1b Manokwari. Maka dengan adanya pemenuhan amanat konsideran, menimbang pada huruf f UU RI No. 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua menjadi urgen dan bersifat mendesak pada saat ini,” tegas Warinussy. (OSB)

Loading...

Baca Juga