oleh

Diduga Dokter Bodong Praktek di RSUD Blambangan Selama 4 Tahun

SUARAMERDEKA.ID – Masyarakat Banyuwangi seminggu ini digegerkan kabar adanya oknum dokter bodong yang pernah bekerja di RSUD Blambangan selama 4 tahun. Kabar ini terkuak setelah adanya akreditasi kenaikan kelas dari rumah sakit kelas C menjadi rumah sakit kelas B.

Dari penelusuran di lapangan, Minggu (6/10/2019), oknum dokter  yang diduga dokter bodong ini berinisial ADW. Ia pernah bekerja sebagai tenaga kontrak di RSUD Blambangan sebagai dokter umum di instalasi Unit Gawat Darurat (UGD) selama kurang lebih 4 sampai 5 tahun. Saat ini ADW dinyatakan sudah berhenti dan tidak lagi bekerja di RSUD Blambangan.

Menurut salah satu pegawai RSUD Blambangan Joni (nama samaran), ADW yang diduga dokter bodong ini mendadak berhenti sekitar sebulan lalu. Ia berhenti berbarengan adanya kenaikan akreditasi di RSUD Blambangan Banyuwangi yang mengharuskan semua tenaga kedokteran lulus persyaratan verifikasi.

“Benar. Dokter ADW pernah bekerja di RSUD Blambangan di Intalasi Unit Gawat Darurat kurang lebih 4 tahun. Tapi saat ini sudah keluar, karena ada verifikasi semua tenaga dokter,” kata Joni.

Baca Juga :  Banyuwangi Geger Video Asusila Siswi SMP Dengan Mahasiswa

Saat ini nama ADW di website resmi RSUD Blambangan tidak tercantum dalam nama dokter yang bekerja di RSUD tersebut. Yang tercantum sebagai dokter umum di instalasi UGD adalah YSP, yang menurut informasi baru saja menggantikan ADW.

Dalam website resmi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Banyuwangi, nama ADW yang diduga dokter bodong ini juga tidak tercantum dalam daftar nama-nama dokter yang tergabung di IDI Banyuwangi. Hasil yang sama juga terjadi saat membuka website Konsuil Kedokteran Indonesia (KKI). KKI adalah organisasi resmi yang mengeluarkan Surat Tanda Register (STR) ebagai persyaratan untuk mengurus Surat Ijin Praktek (SIP) di Dinas Kesehatan Kabupaten atau Kota. 

Plt. Direktur RSUD Blambangan, Dr Aisyah Anggreini saat dihubungi via telepon, Minggu ( 6/10/2019), mengatakan bahwa ADW tersebut sudah diberhentikan. Namun saat ditanyakan apakah oknum tersebut adalah dokter umum, Aisyah menjawab dirinya tidak faham.

Baca Juga :  HIPMI Lampung Selatan Dukung Parfum Kopi Lampung Go Nasional

“Sudah keluar lama. Silahkan tanya langsung sama yang bersangkutan. Karena saya terkait dokter ADW merasa ditipu. Kita yang menemukan terkait dugaan ada ketidakbeberesan dokumen ADW. Bahkan ia sangat lihai mengelabuhi kita. Dan saya sudah melaporkan kejadian ini ke atasan saya (Kadis Kesehatan dan Bupati-red),” kata Aisyah.

Secara terpisah mantan direktur RSUD Blambangan, dokter Taufik Hidayat saat dikonfirmasi menjelaskan, jika yang berhak mengeluarkan SIP itu adalah Dinas Kesehatan setempat, berdasarkan rekomendasi dari IDI. Jika dokumen administrasinya yang tidak benar, artinya rekomendasi dan SIP-nya harus dipertanyakan. Hal ini tak lepas dari posisi RSUD hanya sebagai penerima dan mempekerjakan dokter yang sudah mendapat SIP.

“RSUD Blambangan hanya sebagai penerima saja. Jika sudah lengkap ya tidak ada alasan untuk menolak,” kata mantan Direktur RSUD Blambangan.

Sampai berita ini diturunkan, Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi belum bisa dikonfirmasi. (BUT)

Loading...

Baca Juga