SUARAMERDEKA.ID – Dinas Pekerjaan umum Cipta Karya Perumahan dan Pemukiman (DPU-CKPP) Banyuwangi langsung reflex dan tanggap, serta bergerak cepat menanggapi ambrolnya Jembatan Sungai Lembu yang terjadi di Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran, pertengahan Juli lalu. Kejadian ini sempat membuat akses utama antar desa terputus dan mengganggu aktivitas harian masyarakat.
Plt. Kepala DPU CKPP Banyuwangi, Dr. Suyanto Waspo Tondo Wicaksono. M. Si, menuturkan kalau pasca bencana ambrolnya jembatan Sungai Lembu dalam hitungan hitungan hari, tim DPU-CKPP bersama Badann Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan perangkat desa melakukan tinjau lapang. Langkah darurat ditempuh dengan menurunkan alat berat guna membuka jalur alternatif sementara, sehingga kendaraan masih dapat melintas dan distribusi kebutuhan pokok warga tetap jalan dan terjaga.
“Prioritas kami waktu itu adalah memastikan mobilitas masyarakat tidak lumpuh. Penanganan harus dilakukan cepat, tepat, dan terukur agar dampak sosial serta transportasi ekonomi lancar.” ujar Yayan sapaan akrab Plt. DPU CKPP, beberapa waktu lalu.

Selain langkah teknis di lapangan, koordinasi lintas sektor juga segera dilakukan. Pemerintah daerah menggerakkan tim teknis untuk mengkaji struktur jembatan yang ambrol, sekaligus menyiapkan skenario pembangunan darurat agar tidak terjadi isolasi warga.
Respon cepat ini menunjukkan komitmen Pemkab Banyuwangi untuk selalu hadir dalam situasi darurat infrastruktur.
Aksi nyata ini juga menjadi bukti bahwa pembangunan daerah tidak hanya fokus pada proyek baru, tetapi juga pada kesiapan tanggap darurat ketika infrastruktur vital mengalami kerusakan.
Dengan tindakan sigap tersebut, aktivitas warga Desa Sumberagung, Kandangan, hingga Sarongan tetap bisa berjalan.
Ke depan, Pemkab Banyuwangi memastikan penanganan akan berlanjut dengan pembangunan jembatan darurat, hingga perencanaan jembatan permanen yang lebih kokoh. (BUT).






