SUARAMERDEKA.ID – Wacana mengenai figur yang layak mendampingi Gibran Rakabuming Raka pada kontestasi politik 2029 mulai menjadi perbincangan di berbagai kalangan.
Salah satu nama yang dinilai memiliki kapasitas kuat adalah Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo.
Founder Aktivist Conection, Maemun, menilai bahwa rekam jejak panjang serta pengalaman kepemimpinan yang dimiliki Sigit menjadi modal politik dan kenegaraan yang sangat berharga bagi masa depan Indonesia.
Menurut Maemun, dalam sejarah institusi kepolisian modern Indonesia, Listyo Sigit Prabowo mencatatkan diri sebagai salah satu Kapolri dengan masa jabatan yang sangat panjang dibandingkan banyak pendahulunya.
Hal tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan negara terhadap kepemimpinan dan stabilitas yang ia bangun di tubuh Polri.
“Jika kita berbicara tentang 2029, bangsa ini tidak hanya membutuhkan figur muda yang energik seperti Gibran Rakabuming Raka, tetapi juga membutuhkan sosok negarawan yang matang, berpengalaman, dan memahami stabilitas nasional. Dalam konteks itu, Kapolri Listyo Sigit Prabowo adalah figur yang sangat layak dipertimbangkan,” Ujar Maemun kepada awak media. Jumat, (13/03/2026).
Maemun menyebut, kepemimpinan Sigit selama memimpin Kepolisian Republik Indonesia tidak hanya menorehkan catatan panjang dalam hal stabilitas keamanan, tetapi juga memperlihatkan kemampuan manajerial serta ketegasan dalam menjaga ketertiban negara di tengah dinamika sosial dan politik yang kompleks.
“Sejarah mencatat, beliau mampu memimpin institusi besar seperti Polri dalam waktu yang panjang dengan berbagai tantangan nasional. Ini bukan hal kecil. Ini menunjukkan kualitas kepemimpinan yang kokoh, berpengalaman, dan teruji oleh waktu,” Tegasnya.
Lebih jauh, Maemun menilai duet antara figur muda dan figur berpengalaman akan menjadi kombinasi strategis bagi masa depan Indonesia.
Ia menggambarkan kemungkinan kolaborasi tersebut sebagai perpaduan antara energi generasi baru dan kematangan kepemimpinan negara.
“Jika suatu saat bangsa ini dipimpin oleh figur muda seperti Gibran dan didampingi oleh negarawan berpengalaman seperti Sigit, maka itu ibarat perpaduan antara api semangat masa depan dan tembok kokoh penjaga stabilitas bangsa,” kata Maemun dengan nada optimistis.
Ia menambahkan bahwa politik masa depan Indonesia membutuhkan tokoh-tokoh yang tidak hanya populer, tetapi juga memiliki rekam jejak kepemimpinan yang nyata dalam mengelola institusi besar negara.
“Indonesia ke depan membutuhkan pemimpin yang sudah selesai dengan dirinya, matang secara pengalaman, dan memahami betul bagaimana menjaga keamanan, stabilitas, serta persatuan bangsa. Dalam hal ini, Kapolri Sigit adalah figur yang memiliki semua prasyarat tersebut,” Tutup Maemun.
Di tengah dinamika politik menuju 2029, berbagai nama memang mulai diperbincangkan publik. Namun menurut Maemun, diskursus mengenai figur pemimpin bangsa harus terus dibangun secara rasional dengan melihat rekam jejak, kapasitas, serta kontribusi nyata terhadap negara. (RED).






