oleh

Diduga Wartawan Media Online Dianiaya Oknum Polisi Polres Muna

SUARAMERDEKA.ID – Seorang wartawan suaramerdeka.id Machdin diduga dianiaya oleh oknum polisi Polres Muna berinisial IW di depan rumah anggota polisi di jalan Basuki Rahmat kota Raha Kabupaten Muna Provinsi Sulawesi Tenggara. Saat ini perkara tersebut sedang ditangani aparat kepolisian Polres Muna.

Menurut penuturan Machdin, perkara tersebut berawal dirinya mendapat informasi, salah satu anaknya yang berinisial Y mengalami kecelakaan lalu lintas di wilayah kota Raha, Sabtu (22/8/2020). Dikabarkan, Y beserta kendaraan roda dua yang dipakainya sedang berada di rumah seorang anggota polisi berinisial P. Diinformasikan pula, Y mengalami kecelakaan lalu lintas dengan sebuah mobil yang dikendarai IW.

Setelah sampai di rumah P, Machdin kemudian meminta IW agar perkara tersebut diselesaikan secara kekeluargaan. Saat pembicaraan mengenai kesepakatan, IW menghubungi pihak lantas Polres Muna.

“Karena saya melihat kondisi Y pucat dan gemeter, maka  saya mohon izin memulangkan anak saya. Diantar pulang oleh sepupunya. Tapi IW tetap melarang Y dipulangkan,” kata Macdin melalui sambungan selular, Minggu (23/8/2020) malam.

Lanjut wartawan suaramerdeka.id ini, melihat Y semakin pucat dan ketakutan ia pun memohon lagi untuk mengizinkan Y diantar pulang. Namun permintaan ini tetap tidak diberikan. Bahkan menurut Machdin, IW dengan kasarnya menarik anaknya ke samping IW.

Machdin pun kemudian meminta pengertian IW sebagai seorang anggota polisi agar memperbolehkan Y yang masih berumur 14 tahun untuk diantar sepupunya pulang. Ia pun mengaku dengan sukarela menjaminkan dirinya menggantikan anaknya untuk menunggu kedatangan anggota lantas Polres Muna. Macdin menekankan, ia rela sepeda motor yang dipakai Y dijadikan jaminan bahwa dirinya akan bertanggungjawab.

“Kemudian saya katakan, “saya lebih baik korbankan harta bendaku daripada jiwa anaku yang dibawah umur ini terganggu karena shock dan ketakutan”. Entah setan apa yang merasuki jiwa oknum polisi ini, kemudian dia menyerang saya. Dengan  cara mencekik leher saya, kemudian mendorong saya ke dalam got. Setelah saya terjatuh, IW kemudian menarik tangan saya, lalu kemudian naik ke tubuhku. Lalu mencekik leher saya pada saat saya  jatuh terlentang di got, kemudian menghujamkan  pukulan berkali-kali,” ujar Machdin.

Akibat kejadian ini, Machdin mengaku mengalami luka pada siku, dan memar pada leher bagian depan akibat cekikan. Ia merasa lehernya terasa sakit saat menelan makanan. Ia juga mengaku pada tulang belakangnya terasa sakit akibat terjatuh diatas pinggiran tembok“. Akibat kejadian tersebut saya melaporkan hal ini ke Polres Muna,” tuturnya.

Machdin mengucapkan terima kasih atas kepada jajaran Polres Muna yang dirasa cepat menindaklanjuti laporannya. Hingga saat ini, pihak kepolisian setempat telah melakukan olah TKP dan rekonstruksi.

“Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Kasat Reskrim polres Muna dan Kasi Propam Polres Muna. Karena dengan sigap sesaat setelah mendapat laporan segera melakukan olah TKP dan rekontruksi,” kata Machdin.

Ia berharap perkara tersebut ditindaklanjuti secara profesional tanpa memandang siapa pelakunya. Machdin meminta agar perkara tersebut diselesaikan hingga tuntas, demi tegaknya keadilan atas tindakan yang telah dilakukan oleh oknum polisi Polres Muna kepada dirinya.

“Saya hanya berharap agar penegakan spremasi hukum ditegakkan, tanpa harus melihat siapa pelakunya. Kendati pun dia adalah seorang oknum polisi. Penegakan hukum harus tetap dijalankan. Dan jika ini tidak terlaksana, maka saya akan melayangkan surat pengaduan ke Polda Sultra. Jika perlu sampai ke Mabes Polri,” tutupnya. (OSY)

Loading...

Baca Juga