oleh

Kajari Salatiga Benarkan Tindakan Eksekusi Terpidana Limbah B3

SUARAMERDEKA.ID – Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Salatiga Moch Riza Wisnu Wardana membenarkan adanya tindakan eksekusi terpidana pengelolaan limbah B3 (bahan beracun dan berbahaya) ilegal RS Salatiga. Adapun yang menjadi terpidana dalam kasus tersebut adalah Ahmad Daldiri dengan hukuman 1 tahun penjara dan denda 1 miliar.

Saat ditemui di kantornya, Kajari Salatiga menjelaskan, tindakan eksekusi yang dilakukan Kepala seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Pidum) Sutan Takdir sudah berkoordinasi dengannya. Ia pun sudah meminta Kasi Pidum untuk melengkapi dengan memberikan surat pelengkap (notice) dari Kasi Intel.

“Terkait limbah B3, begitu saya masuk, ada informasi dari pihak Kasi Pidum. Bahwa dia akan melaksanakan eksekusi yang dari putusan Mahkamah Agung. Langsung saja eksekusi, minta notice kepada intel,” katanya, Kamis (18/3/2021).

Lanjutnya, setelah semua persyaratan administrasi lengkap, personil Kejari Salatiga pun bergerak ke rumah Ahmad Daldiri. Ia tidak menyangkal jika pada eksekusi yang dilakukan Kamis pagi belum berhasil menemukan keberadaan terpidana limbah B3 ilegal RS Salatiga.

“Sudah ada nodis dari intel, kemarin sudah bergerak semua. Tentang berhasil tidaknya kita tunggu nanti. Ini kan masih proses. Baru kemarin kita melaksanakan kegiatan,” imbuh Kajari Salatiga.

Ia menambahkan, dalam setiap operasi yang dilakukan pihak kejaksaan, selalu hadir personel intel. Menurutnya, tugas personel intel adalah mendampingi semua bidang yang ada agar berjalan dengan lancar.

“Memang tugas intel mensupport, jadi mensupport semua bidang. Apakah itu Pidum, Pidsus, Datun,” ujarnya.

Pengembangan Kasus Limbah B3 Ilegal RS Salatiga

Terkait apakah kasus limbah B3 ilegal RS Salatiga akan dikembangkan atau tidak, Riza Wisnu Wardana menegaskan, inisiasi kasus tersebut dari pihak kepolisian setempat. Yang pasti, katanya, di Kejari Salatiga sendiri, kasus tersebut masuk dalam pidana umum. Namun ia memastikan, pihaknya masih mempelajari, apakah bisa dikembangkan atau tidak.

“Itu kan perkara dari polisi. Itu kan perkara Pidum. Kita pelajari dulu perkaranya seperti apa. Memang ini perkara dari pihak penyidik polri,” tutupnya. (SST)

Loading...

Baca Juga