SUARAMERDEKA.ID – Koalisi Persatuan Indonesia Timur Melanesia (KAPITAN) menyampaikan kecaman keras terhadap dugaan pernyataan rasis yang dilontarkan oleh Ronald Aristone Sinaga alias Bro Ron.
Pernyataan yang menyebut kelompok tertentu dengan istilah merendahkan dinilai bukan sekadar penghinaan, melainkan bentuk diskriminasi rasial yang mencederai nilai kemanusiaan dan persatuan bangsa.
Dalam pernyataan resminya, KAPITAN menegaskan bahwa praktik rasisme tidak memiliki tempat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.
Indonesia, menurut mereka, dibangun di atas fondasi keberagaman yang harus dijaga dengan saling menghormati, bukan dengan ujaran yang memecah belah.
“Kami mengecam keras segala bentuk pernyataan yang merendahkan martabat manusia. Ini bukan hanya persoalan individu, tetapi menyangkut harga diri kolektif masyarakat Indonesia Timur yang selama ini kerap menjadi sasaran diskriminasi,” Demikian disampaikan perwakilan KAPITAN. Jakarta, Rabu, (06/05/2026).
KAPITAN juga mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara objektif, transparan, dan profesional atas dugaan tersebut.
Mereka meminta agar proses hukum berjalan tegas sesuai dengan ketentuan perundang undangan yang berlaku tanpa adanya intervensi.

Selain itu, KAPITAN menyoroti kasus yang menimpa Randi dan Ical.
Mereka menilai tindakan keduanya tidak dapat dilepaskan dari konteks dugaan penghinaan rasis yang memicu reaksi spontan.
Oleh karena itu, KAPITAN mendesak agar keduanya mendapatkan keadilan dan dibebaskan dari proses hukum yang dinilai tidak proporsional.
Di sisi lain, KAPITAN juga memberikan tekanan moral kepada DPP PSI.
Mereka meminta partai tersebut untuk segera mengambil sikap tegas terhadap kadernya yang diduga terlibat dalam pernyataan rasis, sebagai bentuk komitmen terhadap nilai keberagaman dan anti diskriminasi.
“Kami meminta DPP PSI tidak tinggal diam. Jika tidak ada tindakan tegas, publik berhak menilai bahwa ada pembiaran terhadap praktik rasisme di dalam tubuh organisasi,” Tegas mereka.
KAPITAN menutup pernyataannya dengan penegasan bahwa perjuangan melawan rasisme merupakan komitmen yang tidak bisa ditawar.
Mereka menyatakan akan terus bersuara dan bergerak demi menjaga martabat serta keadilan bagi masyarakat Indonesia Timur.
“Hentikan Rasisme! Tegakkan Keadilan!” menjadi seruan yang digaungkan sebagai penutup sikap resmi koalisi tersebut. (RED)








