oleh

Ketum GMNI Aceh Tengah Minta Tersangka Penculikan Anak Dihukum Berat

SUARAMERDEKA.ID – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI ) cabang Aceh Tengah minta aparat penegak hukum untuk menghukum berat tersangka K, yang diduga pelaku penculikan A 12 Tahun siswi MIN 1 Takengon.

Ketua DPC GMNI Aceh Tengah, Mulyadi Rabu, 8 September 2021 menyampaikan, “Polisi harus mengejar motif pelaku agar sindikat ini terbongkar. Karena apa yang telah dilakukan K Cs adalah perbuatan yang sangat keji apalagi korban adalah seorang anak”.

“Apa yang telah dilakukan K juga telah meresahkan seluruh warga Aceh Tengah, untuk itu ia meminta Polisi untuk menjerat pelaku dengan maksimal,” pinta Mulyadi

Sebab, menurut Mulyadi, K tercatat sebagai residivis untuk itu, perlu menjadi pertimbangan aparat penegak hukum untuk tindak membiarkan K dihukum dengan ringan.

Baca Juga :  Ketua Banser Riau Diusir Oleh KPN-GP Riau Saat Datang Ke Kantor LAM

Ia menambahkan, apa yang telah dilakukan K juga mencederai Kabupaten Aceh Tengah yang notabenenya adalah Kabupaten Layak Anak. Sehingga patutlah apabila K dihukum seumur hidup atau hukuman mati. Ujar Mulyadi

Ketua GMNI Aceh Tengah itu menegaskan, Negeri ini harus terbebas dari oknum oknum yang berpotensi merusak masa depan khususnya anak, untuk itu aparat penegak hukum harus tegas guna memastikan hal ini menjadi efek jera terhadap pelaku serta orang orang lain yang berencana melakukan kejahatan terhadap anak. Tukasnya

“Saya sangat mengapresiasi seluruh pihak khusus Polres Aceh Tengah yang dengan cepat berhasil menangkap Pelaku dan mengamankan korban,”ucap Mul

Seperti yang dilansir beberapa media, Kepolisian Resort Aceh Tengah telah menetapkan dua tersangka kasus penculikan anak di bawah umur.

Baca Juga :  Sengkarut Bansos, Ketua Gerindra DKI Jakarta Pastikan Panggil Syarif Hidayatullah

Kedua tersangka tersebut adalah pasangan suami istri yakni K 25 tahun, dan istrinya W 18 tahun yang ditangkap di seputaran Wih Lah, Kecamatan Pegasing pada 7 September 2021.

Loading...

Baca Juga