SUARAMERDEKA.ID – Ketegangan internal yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mendapat sorotan dari kalangan mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA).
Kukuh Priyono, mahasiswa UNUSIA, menilai kisruh yang mencuat ke ruang publik ini merupakan persoalan serius yang berpotensi merusak marwah organisasi. Jakarta, Kamis, (11/12/2025).
Kukuh menegaskan bahwa NU bukan sekadar organisasi keagamaan, melainkan kekuatan sosial, moral, dan kultural yang selama ini menjadi penopang keutuhan bangsa.
Karena itu, konflik internal yang dipertontonkan secara terbuka dapat menggerus kepercayaan jamaah sekaligus menciptakan kesan bahwa NU tersandera oleh pertarungan elite.
“NU lahir dari tradisi adab berbeda pendapat tapi tetap menjaga etika, menghormati struktur, dan mengutamakan musyawarah. Ketika penyelesaian konflik dilakukan dengan saling menyalahkan di ruang publik, pertanyaannya bukan lagi siapa salah atau siapa benar, tetapi apakah cara itu masih mencerminkan akhlak jam’iyyah,” Ujar Kukuh Priyono.
Menurutnya, konflik adalah hal manusiawi dalam organisasi sebesar NU. Namun yang menjadi ukuran kedewasaan adalah bagaimana perbedaan tersebut dikelola.
Ia menilai PBNU seharusnya menjadi teladan dalam menyelesaikan persoalan secara bijaksana, bukan justru menampilkan fragmentasi yang membuka ruang politisasi dan spekulasi.
Kukuh juga menegaskan bahwa jika NU terlalu disibukkan oleh konflik internal, maka peran strategis NU dalam isu kebangsaan, keumatan, dan keadilan sosial menjadi terabaikan. “Kami tidak sedang menghakimi. Namun kami menuntut tanggung jawab moral para pimpinan. Jangan biarkan NU kehilangan wibawa hanya karena ego kekuasaan dan kepentingan jangka pendek,” Tuturnya.
Ia mengajak seluruh jajaran PBNU untuk kembali pada semangat awal kelahiran NU merawat persatuan, mengedepankan dialog, dan menempatkan kepentingan umat sebagai kompas utama.
Di akhir pernyataannya, Kukuh menyampaikan harapan agar persoalan yang melanda tubuh PBNU segera mereda.
“NU terlalu besar dan terlalu berharga untuk dikerdilkan oleh kisruh internal. Semoga badai ini cepat berlalu,” Tutupnya.
Berita ini menggambarkan suara kegelisahan generasi muda NU yang berharap marwah dan kebijaksanaan organisasi kembali ditegakkan. (RED)










