oleh

Mulyanto PKS: Aktor Utama Inovasi Adalah Entrepreneur

SUARAMERDEKA.ID – Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Mulyanto menyebut, entrepreneur berperan besar untuk mengembangkan iptek dan inovasi nasional. Pemerintah hanya bertugas menciptakan ekosistem inovasi yang kondusif, bukan menjadi aktor utama seperti yang terjadi pada saat ini.

Dalam serial webinar yang diselenggarakan oleh PKS dalam rangka memeriahkan Munas V, Mulyanto meminta pemerintah aktif mendorong kalangan swasta dalam hal pengembangan Iptek dan inovasi nasional. Upaya tersebut tidak bisa hanya mengandalkan peran Pemerintah seperti yang terjadi hingga hari ini.

“Sekarang ini dari aspek anggaran, peneliti dan kelembagaan litbang riset dan inovasi kita lebih dari 80 persennya didominasi oleh Pemerintah. Uang, aktor dan institusi riset semuanya pemerintah. Karenanya pembangunan Iptek lebih bersifat supply technology push, bukan karena tarikan pasar. Ini tidak alami,” kata Mulyanto, Senin (30/11/2020).

Wakil Ketua Fraksi PKS Bidang Industri dan Pembangunan ini menuturkan pentingnya kehadiran entrepreneur pada pengembangan iptek dan inovasi. Ia menjelaskan, sedangkan seorang entrepreneur adalah seorang pencipta ide produk atau bisnis pertama kalinya. Mereka rela menghabiskan waktu, energi, dan uang untuk membuat ide bisnisnya sendiri. Entrepreneur biasanya memiliki ide orisinil dan berbeda dari yang pernah ada, bahkan terkadang idenya unik dan out of the box.

“Sejatinya aktor utama inovasi adalah entrepreneur. Pemerintah bertugas membangun ekosistem inovasi, kebijakan, insentif dan disinsentif. Dan ini bukan melulu pekerjaan Kemenristek. Namun pemerintah secara keseluruhan,” tegasnya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, menurut anggota Komisi VII DPR RI ini, diperlukan transformasi struktural pembangunan Iptek. Adapun caranya dengan memindahkan titik berat gravitasi dari pihak pemerintah ke swasta. 

“Merekalah yang lebih faham kebutuhan pasar dan teknologi yang diperlukan,” tegas Mulyanto.

Ia menambahkan tantangan Indonesia ke depan adalah meningkatkan daya saing dan nilai tambah produk iptek dan inovasi dibanding produk bangsa lain. Untuk itu diperlukan program terencana dan sistematis membangun kualitas SDM unggul bangsa Indonesia.

“Ke depan peran pengembangan iptek dan inovasi memang tidak bisa hanya mengandalkan Pemerintah. Tapi harus dibangun ekosistem yang mendorong  peran pihak swasta yang dominan dalam pengembangan program pengembangan iptek dan inovasi nasional. Sehingga manfaat Iptek dan inovasi bagi ekonomi dan pembangunan nasional benar-benar dirasakan. Bukan marjinal seperti sekarang ini,” tandas Mulyanto. (OSY)

Loading...

Baca Juga