oleh

Pameran AllPack Indonesia 2019 dan AllPrint Akan Digelar Selama 4 Hari

SUARAMERDEKA.IDKrista Exhibitions kembali menggelar Pameran berskala Internasional yakni pameran AllPack Indonesia 2019 ke 20 dan AllPrint Indonesia 2019 ke 22. Acara ini akan digelar pada tanggal 30 Oktober hingga 2 November 2019 di Jakarta International Expo, Kemayoran, Jakarta Utara.

Chief Executive Officer PT Kristamedia Pratama, Daud Salim menyampaikan, dalam Pameran Internasional AllPack Indonesia berbagai bidang teknologi pengolahan dan pengemasan Makanan dan Minuman, Biskuit dan Konfeksioneri, Farmasi/Obat-obatan, Jamu, Kosmetika, Personal Care, Kecantikan, Pertanian, Oli/Cairan/Kimia, Elektronika, Pendingin serta industri terkait lainnya yang diikuti lebih dari 885 Perusahaan lebih dari 19 Negara seperti Australia, China, Jerman, Hongkong,India, Indonesia, Italia, Jepang, Korea, Malaysia, Singapura, Swiss,Taiwan, Thailand, USA, Belanda, United Kigdom, Oman, Portugal, dan lainnya siap menyapa lebih dari 20.000 pengunjung baik dalam maupun luar negeri.

“Pameran akbar yang juga berskala Internasional juga hadir di waktu yang sama. Yakni AllPrint Indonesia. Yang memberikan solusi teknologi percetakan, peralatan, perlengkapan dan mesin- mesin percetakan terkini yang diikuti oleh lebih 207 Perusahaan dari 11 negara seperti Cina, Thailand, Vietnam, India, Indonesia, Jepang, Malaysia, Singapura, Yunani, Korea Selatan dan Jerman yang siap membius lebih dari 24.000 pengunjung dalam dan luar negeri,” ucap Daud dalam konferensi persnya bersama awak media di Hall D2, Jiexpo Kemayoran, Jakarta Pusat, Senin (28/10/2019).

Dirinya juga menambahkan, kesuksesan perhelatan AllPack Indonesia 2019 dan AllPrint Indonesia 2019, tentu saja tidak lepas dari dukungan Kementerian Perindustrian RI, Kementerian Perdagangan RI, Kementerian Negara Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI, Kementerian Kesehatan RI, Badan Pengawas Obat dan Makanan, Kadin Indonesia, Kadin Jakarta, Indonesia Association Of Exhibition & Convention Organizers (Asperapi), Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia, Indonesia Packaging Federation, Asosiasi Pulp dan Kertas Indonesia dan Kopi Grafika, Asosiasi Daur Ulang (Adupi),Gabungan Pengusaha Jamu Indonesia (GP Jamu) dan masih banyak lainnya.

“Pameran yang digelar merupakan pameran yang sangat strategis dan sangat penting untuk menjadikan Indonesia sebagai pusatnya Industri Kemas Mengemas di wilayah Asia Tenggara,” pungkas ia.

Kita tidak hanya mengundang tapi kmu juga di Asia Tenggara saat ini menjadikan Indonesia sebagai pusat tujuan untuk Industri di Wilayah Asia Tenggara ini sangat penting sehingga kami juga terima tamu delegasi dari 9 negara yang hadir yang sama-sama baik pasti juga ada banyak cara memilih lokasi industri Farmasi maupun yang akan dengan dari luar negeri hadir di Indonesia pada 30 Oktober hari Rabu esok yang akan dibuka jam 9.30 pagi.

Sementara Direktur Industri Kimia Hilir dan Farmasi Kementerian Perindustrian, Taufiek Bawazier menyatakan apresiasinya dengan dihelatnya dua pameran berskala Internasional di penghujung tahun 2019.

“Acara ini Kementerian Perindustrian sangat dukung bagian dari kemajuan serta menunjukkan teknologi terbaru. Juga sebagai ajang kekuatan promosi Nasional yang bisa bersaing di tingkat Nasional dan Internasional,” tutur Taufiek.

Nantinya pemerintah juga akan masuk dalam kurikulum-kurikulum pendidikan vokasi. Sehingga perubahan apapun dalam teknologi, masyarakat mampu untuk beradaptasi.

“Kalau kita tidak bisa membuat teknologi minimal kita mampu berteknologi. Karena itu juga penting untuk mengenalkan teknologi itu sendiri. Hal itu juga mampu memperbaiki produktifitas yang efisiensi masuk ke wilayah revolusi industri 4.0,” harapnya.

Tampak hadir dalam konferensi pers tersebut yaitu Ahmad Mughira Nurhani Ketua Umum Persatuan Perusahaan Grafika Indonesia (PPGI), Ariana Susanti Business Development Director Indonesia Packaging Federation (IPF), F. Tirto Kusnadi Ketua Umum GP Farmasi, Dwi Ranny Keta Umum GP Jamu dan Sofian Solihin Ketua Umum PPA Kosmetika. (ECR)

Loading...

Baca Juga