oleh

Pelajar Pria SMPN 5 Banyuwangi Banyak Ditemui Berambut Panjang.

SUARAMERDEKA.ID – Mungkin Seringnya viral di media sosial (medsos) terkait bapak, ibu guru di laporkan orang tua murid karena dugaan kekerasan, serta banyak juga viral medsos guru membiarkan anak didik nakal di kompleks sekolah terlihat di biarkan, faktor takut di laporkan wali murid.

Hal tersebut terlihat di lembaga sekolah menengah pertama negri (SMPN) 5, merupakan salah satu dari lima SMPN di kecamatan kota Banyuwangi, yang mana pelajar putra banyak di temukan berambut panjang, namun terlihat pembiaran dari pihak sekolah. Serta untuk pelajar putri berhijab saat sekolah, namun di jam istirahat SMPN 5 terlihat ada beberapa tidak berhijab, di mungkinkan non muslim.

Investigasi suaramerdeka.id ke lembaga SMPN 5 Banyuwangi, yang sebelumnya sudah janji bertemu dengan kepala sekolah ( KS) Tamami, tetapi belum bisa di konfirmasi, faktor menghindar.

Saat bertandan ke SMPN 5, Senin tiga pekan lalu (15/12/2025), kepala Sekolah Tamami, di WhatsApp, membalas masih mengikuti rapat intern di ruang rapat. Di tunggu sejam lebih, KS Tamami meninggalkan rapat dan keluar dari sekolahan dengan membawa motor salah satu motor guru.

“Mohon maaf, Pak Plt. Kepala sekolah sudah keluar dari sekolahan, sehabis pimpin rapat. Pak Tamami membawa motor salah satu guru, mobil tidak di bawa, karena mobilnya rusak.” kata satpam SMPN. 5, di dampingi guru sambil menikmati MBG gratis di pos security.

Sepertinya Plt. Kepala SMPN 5, Tamami tidak beretika, saat mau di konfirmasi terkait lembaganya, serta di WhatsApp membalas, Alhasil menunggu lama, justru di abaikan.

Kepala Bidang Menengah Dispendik Banyuwangi, Didik Eko saat di konfirmasi mengatakan kalau rambut sesuai kesepakatan wali murid tentang kedisiplinan. Masalah jilbab itu hak masing – masing siswi.

“Kalau masalah rambut anak sekolah itu panjang, sesuai kesepakatan wali murid tentang kedisiplinan. Kalau anak putri berhijab itu hak masing-masing anak.” kata Didik, singkat saat di hubungi via selulernya.

Secara terpisah Sekdin pendidikan, Alfian akan menegur Plt. Kepala SMPN 5. Karena anak didik di sekolah manapun ya harus rapi dari segi beragam dan tata rambut, yang bagus.

“Tidak boleh anak didik di SD, SMP, SMA/ SMK memiliki rambut panjang. Minimal harus rapi.” kata Alfian.(BUT).

Loading...