oleh

Dituding Makar, Papua Gelar Aksi Solidaritas Peduli Keadilan Bagi Monyet

SUARAMERDEKA.ID – Jelang sidang kasus Makar di Pengadilan Negeri Sorong Provinsi Papua Barat, kelompok massa menggelar aksi damai Solidaritas Peduli Keadilan Bagi Monyet. Mereka menuntut adanya keadilan, agar dalam persidangan tersebut para narapidana politik diberikan keringanan.

Koordinator Umum Solidaritas Peduli Keadilan Bagi Monyet, Natalis Yewen, menjelaskan, aksi ini adalah bentuk partisipasi dukung 57 tahanan politik (tapol) narapidana politik (napol) di Indonesia. Ia mempertanyakan proses hukum yang dialami oleh teman-temannya.

“Tapol Napol di Kota Sorong sebanyak 15 orang. Empat orang baru selesai disidangkan, sedangkan untuk 11 orang lainnya masih tahanan Polisi. Teman-teman ditahan masalah rasisme. Tetapi tiba-tiba dalam proses hukum, dikenakan tuduhan makar. Ini kan lucu,” kata Natalis Yewen disela-sela aksi, Kamis (13/3/2020).

Baca Juga :  Represifitas Polisi Atas Instruksi Siapa?

Menurutnya, selama ini rakyat Papua mengalami ketidakadilan dalam hukum. Natalis Yewen menegaskan, para tapol dan napol akan tetap berjuang mendapatkan keadilan.

“Kita paham bahwa Negara Indonesia tidak mau memberikan keadilan bagi Rakyat Papua (tapol dan napol-red). Maka kita tetap berjuang dan selalu berunjukrasa demi keadilan di Tanah Papua,” kata Natalis Yewen.

Dalam aksi tersebut, kelompok massa Solidaritas Peduli Keadilan Bagi Monyet nyanyikan lagu “Hai Tanah Ku Papua” dan yel-yel “Papua merdeka”. Kelompok massa kemudian melakukan foto bersama para napol di depan ruang tahanan Kejaksaan.

“Kita juga akan turun beraksi di jalan menyampaikan kepada rakyat Papua, kepada seluruh rakyat Indonesia dan Dunia Internasional. Bahwa pada hari ini rakyat Papua mendapat diskriminasi HAM,” tegas Natalis Yewen. (OSB)

Loading...

Baca Juga