oleh

Harga Minyak Dunia Turun Drastis Harga BBM Tetap?

SUARAMERDEKA.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mempertanyakan komitmen pemerintah dalam melayani rakyat terkait penetapan harga BBM (Bahan Bakar Minyak). Pasalnya, disaat harga minyak dunia turun drastis, hingga saat ini pemerintah masih belum juga menurunkan harga jual BBM.

Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI Mulyanto mengapresiasi program delivery service BBM yang dibuat Pertamina. Namun, yang lebih penting dari itu dan sangat ditunggu-tunggu masyarakat dalam kondisi seperti sekarang adalah kebijakan penurunan harga BBM.

“Penurunan harga BBM dalam negeri tersebut tentu akan membantu meringankan beban masyarakat di tengah wabah Covid-19 yang melanda Indonesia,” kata Mulyanto di Tangerang Selatan, Jumat (10/4/2020).

Menurutnya, pemerintah harus komitmen dengan ketentuan yang dibuat sendiri bahwa harga jual BBM dalam negeri akan mengikuti mekanisme pasar minyak dunia. Sehingga ketika harga minyak mentah dunia anjlok dari kisaran USD 60 perbarel ke USD 20 perbarel seharusnya harga jual ke masyarakat juga harus disesuaikan.

Baca Juga :  Sandiaga Uno: Cari Kerja Susah Banget atau Susah Kali?
“Pemerintah jangan mau ambil untung saja dalam penyediaan BBM bagi rakyat. Ketika harga minyak dunia naik, harga BBM ikut naik. Tapi ketika harga minyak dunia turun, harga BBM malah tidak ikut turun. PKS menagih komitmen Pemerintah dalam melayani rakyat. Kalau benar Pemerintah menetapkan harga jual BBM berdasar harga minyak dunia maka harusnya sekarang harga BBM sudah turun,” tegas Mulyanto.

Anggota Komisi VII ini menyadari, harga minyak dunia bukan satu-satunya variabel penentuan harga jual BBM. Ada variabel lain yang perlu dihitung, seperti perubahan nilai tukar rupiah terhadap dolar dan periode pembelian persediaan minyak mentah untuk diolah sebagai BBM yang akan dipasarkan.

Baca Juga :  PKS: Optimalkan LBM Eijkman Mencegah Penyebaran Virus Corona

NamunMulyanto menegaskan, dengan penurunan harga minyak mentah dunia hingga 50 persen, harusnya penurunan tetap dapat dilakukan. Meskipun pada saat yang sama nilai tukar rupiah terhadap dolar juga sangat tinggi.

“Sebab dalam perhitungan nilai jual BBM kepada rakyat, harga beli minyak dunia merupakan komponen utama yang sangat menentukan. Sementara komponen nilai tukar dan lainnya tidak terlalu berpengaruh secara signifikan,” tutupnya. (OSY)

Loading...

Baca Juga