oleh

Tombo Kangen Arek Suroboyo di Cirebon

SUARAMERDEKA.ID – Merasakan makanan dari daerah asal paling tidak menjadi tombo kangen (obat kangen) bagi orang yang bekerja atau merantau di daerah lain. Di kawasan Stadion Bima, kuliner Lontong Balap Cak Nur dan Nasi Rames & Nasi Babat Ning Atik kerap menjadi “jujugan” arek-arek Suroboyo yang tinggal atau bekerja di kabupaten/kota Cirebon provinsi Jawa Barat.

Ditemui di depan gedung kesenian Nyi Mas Rara Santang, Minggu (2/8/2020), Nur Hadi menuturkan, pria yang akrab dipanggi Cak Nur ini beserta istrinya, Ning Susi, sejak awal ia memanfaatkan bagasi mobilnya sebagai lapak kuliner. Ia menjelaskan, lapaknya dan lapak Ning Atik berjualan di kawasan tersebut setiap hari, kecuali hari Jumat.

“Kalau di lapak ini jualan lontong balap e Cak Nur sama sinom (minuman berbahan kunyit, asem jawa dan gula jawa-red) e Ning Susi. Makanan sama minuman khas Suroboyo. Yang sebelah itu Nasi Rames sama Nasi Babat e Ning Atik. Makanan khas Suroboyo juga,” kata Cak Nur.

Baca Juga :  Sekjen GPI: La Nyalla Figur Yang Dibutuhkan Jawa Timur
Tombo Kangen Arek Suroboyo di Cirebon
Suasana kuliner Lontong Balap Cak Nur, Minggu (2/8/2020)

Ia melanjutkan, karena berjualan makanan khas Surabaya, otomatis kebanyakan konsumen dua lapak tersebut orang-orang yang berasal dari daerah Jawa Timur, khususnya Surabaya.

“Kata mereka sih tombo kangen. Kalau belum bisa pulang ke daerah asal, minimal ngerasain masakannya. Alhamdulillah banyak yang bilang cocok. Petis nya saya impor dari Surabaya langsung,” tutur pria yang tinggal di Cirebon sejak tahun 2000 ini.

Lanjutnya, karena kebanyakan konsumennya adalah arek-arek Suroboyo yang tinggal atau bekerja di Cirebon, maka rasa “seduluran” pun muncul diantara konsumen. Cak Nur menjelaskan, jika hari minggu, biasanya konsumen yang datang mengajak keluarganya, sehingga suasana di kedua lapak tersebut kental aroma Suroboyoan.

“Ya kalau minggu kan disini ada pasar kaget, jadi kebanyakan mereka jalan-jalan dulu di kawasan Stadion Bima, terus mampir kesini. Akhirnya semua yang beli disini saling kenal, ngobrol, jadi seduluran (dianggap saudara-red) semua,” ujarnya.

Baca Juga :  Masyarakat Adat Dan Karyawan Lokal Palang PT Gag Nikel
Tombo Kangen Arek Suroboyo di Cirebon
Arek-arek Suroboyo di Cirebon saat rekreasi bareng, Rabu (29/7/2020)

Ahmad Supardi, salah satu konsumen yang datang, mengaku berkuliner di kedua lapak tersebut minimal seminggu dua kali. Kepala Chef Hotel Aston Cirebon ini mengaku kuliner khas Surabaya ini mengobati rasa kangennya dengan kota Pahlawan.

“Namanya juga arek Suroboyo, pasti merindukan makanan khas Surabaya. Tombo kangen. Kalau lontong balap biasanya sekali makan dua porsi,” kata pria yang akrap dipanggil Chef Pardi atau Cak Pardi ini.

Ia mengaku senang dengan keberadaan kuliner khas Surabaya di Cirebon. Selain bisa makan makanan khas daerah asalnya, ia mendapat “saudara” berkat kedua lapak tersebut.

“Namanya juga di rantau, ya akhirnya kami semua jadi seduluran. Tidak pandang kaya miskin, pangkat dan derajat. Semua jadi saudara,” pungkas Cak Pardi. (OSY)

Loading...

Baca Juga