oleh

Hari Kedua Pelatihan Jurnalistik di Wajo

SUARAMERDEKA – Pilar Media Grup (PMG) mengadakan pelatihan jurnalistik yang  melibatkan pelajar dan masyarakat kabupaten Wajo. Pelatihan ini dilaksanakan selama 2 hari (20-21/11/2018).

Bertempat di Hotel Ayu jalan Andi Seggaru, Rabu (21/11/2018), sampai selesai. Pelaksanaankegiatan tersebut memberikan pengetahuan kepada masyarakat awam tentang apa saja yang dilakukan dalam kegiatan jurnalistik.

Dalam kegiatan ini, Amrozi, selaku pemateri menjelaskan tentang bagaimana cara menjadi wartawan yang baik dan cara pembuatan berita.

“Jika seorang mengaku wartawan dan dia belum mengetahui unsur 5W 1H, maka ia belum dapat dikatan wartawan,” ujarnya, pada pelatihan jurnalistik di Wajo.

Pada pelatihan tersebut, Amrozi juga menjelaskan bahwa dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, wartawan memiliki aturan yang harus dijalankan, yang mengatur tentang perilaku wartawan. Aturan tersebut disebut dengan  Kode Etik Jurnalistik (KEJ). Hanya wartawan yang menjalankan tugasnya dengan memegang teguh KEJ, itulah yang pantas disebut wartawan.

Baca Juga :  Setiap Hari Anak Sekolah di Desa Ini Berjuang Melawan Lumpur

“Perilaku wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya itu dibatasi oleh kode etik jurnalistik. Jadi wartawan tidak bisa seenaknya saja minta ini minta itu. Wartawan hanya boleh minta informasi dan itu pun tidak boleh memaksa. Kalau yang kita mintai informasi tidak bersedia menjawab, kita ya harus hormati keputusan itu,” kata Amrozi.

Selain pelajar dan wartawan, pelatihan ini juga dihadiri oleh guru sekolah dan pejabat tingkat kelurahan dan kecamatan. Salah satu guru yang hadir dalam pelatihan tersebut merasa senang dengan isi materi. Ia mengaku menjadi lebih tahu tentang siapa dan apa sebenarnya wartawan.

Ia menjelaskan bahwa image wartawan di daerah Wajo saat ini memang kurang baik. Pasalnya ada beberapa oknum wartawan atau orang yang mengaku sebagai wartawan, beberapakali mendatangi sekolahnya, terutama jika ada pengucuran dana.

Baca Juga :  JIC Siap Menerima dan Mendistribusikan Qurban Kepada Yang Berhak

“Seperti kalau ada penggunaan dana BOS, mereka biasanya datang ke sekolah lalu minta lihat buku pembukuan dengan berbagai alasan. Ternyata kami sebagai pihak sekolah juga punya hak untuk tidak menunjukkan pembukuan tersebut. Saya baru mengerti ternyata wartawan juga punya kode etik yang harus ditaati,” ujar salah satu peserta.

Diakhir pelatihan, peserta dibagi menjadi beberapa kelompok untukmenulis berita yang baik, sesuai dengan teori yang diajarkan selama pelatihan. Kelompok dengan tulisan berita yang memenuhi standar penulisan jurnalistik, setelah melalui proses editing, beritanya ditayangkan di suaramerdeka.id. (SMAN 2 Wajo/red)

Loading...

Baca Juga