oleh

Sudinsos Jakut Adakan Ditlatsar Bagi Pekerja Sosial Masyarakat

SUARAMERDEKA.ID – Suku Dinas Sosial (Sudinsos) Kota Administrasi Jakarta Utara mengadakan kegiatan Bimbingan dan Pelatihan Tingkat Dasar Bagi Tenaga Kesejahteraan Sosial Tingkat Kota Administrasi Jakarta Utara. Acara ini digelar di ruang Audio Visual Satu Jakarta Islamic Centre, Jakarta Utara.

“Pesertanya terdiri dari PSM (Pekerja Sosial Masyarakat-red) tingkat kelurahan. Setiap kelurahan mengirimkan utusan sebanyak dua orang. Jumlah pesertanya ada 62 orang. Mereka sudah aktif di masyarakat hanya belum mendapatkan keilmuan tentang PSM,” jelas Widia Rusiana Kepala Seksi Rehabilitasi Sosial Sudinsos Jakarta Utara, Selasa (20/8/2019).

Lebih lanjut Widia menjelaskan kegiatan pelatihan ini berlangsung selama tiga hari. Rencananya, akan diisi oleh empat orang nara sumber yang ahli dibidangnya.

Baca Juga :  Berdayakan Peternak Lokal Melalui Inovasi Nusalokal

“Narsumnya ada dari Dinsos, Kemensos, praktisi PSM, dan praktisi Sosial. Diharapkan peserta memahami tentang dasar-dasar ilmu pekerja sosial,” tandasnya.

Kepala Sudin Sosial Kota Administrasi Jakarta Utara, Aji Antoko dalam sambutannya mengharapkan agar kesempatan pelatihan ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin. “Gali ilmu dari para nara sumber sehingga bapak dan ibu bisa bekerja dengan landasan keilmuan pekerja sosial yang benar” katanya.

“Harapan saya diantara para peserta yang memang sungguh_sungguh belajarnya dan mengaplikasikan keilmuannya nanti akan saya ikutkan lomba PSM sampai tingkat Nasional tahun depan seperti pak Juadi. Sehingga apa yang bapak ibu pelajari di sini memberi dampak positif bagi masyarakat sekitar,” jelasnya.

Baca Juga :  Galang Dana Perbaikan Kubah Masjid, JIC Adakan Tabligh Akbar

Kepala Sub Bagian Tata Usaha Jakarta Islamic Centre, Mujianto mengatakan, pelatihan dasar pekerja sosial masyarakat di Jakarta Islamic Centre sangat penting dan strategis. Karena PSM inilah yang menjadi ujung tombak Sudinsos dan Dinsos dalam menangani permasalahan sosial di tingkat akar rumput.

“Selain skill juga diperlukan landasan keilmuan agar dalam menolong PMKS di lapangan memang benar dan tepat sasaran,” tutur Mujianto. (AMN)

Loading...

Baca Juga