SUARAMERDEKA.ID – Memperingati Hari anti korupsi Sedunia tepat tanggal 9 Desember, sejumlah aktivis yang tergabung dalam Aliansi Aktivis Anti Korupsi Banyuwangi menggelar aksi turun jalan dan orasi di depan kantor Pemerintah Kabupaten Banyuwangi pada Senin (11/12/2023).
Ketua Panitia pelaksana Aksi Suparmin menegaskan, salah satu produk reformasi yang digulirkan oleh mahasiswa dan rakyat pada tahun 1998 kala itu,
” Pada intinya menghilangkan praktek dan budaya korupsi, karena korupsi merupakan kejahatan yang luar biasa. Sehingga dapat menghancurkan sendi-sendi perekonomian bangsa, yang berujung pada timbulnya krisis multi dimensional, untuk mendorong terwujudnya sistem dan tata penyelenggaraan pemerintah yang bersih dan bebas dari Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN).Dan Harapan kita Pemerintah Kabupaten Banyuwangi Bersih dari hal itu.” tegas Suparmin, akrab di sapa Mbah rambut putih, usai aksi berlangsung, Senin (11/12/2023).

Di tempat yang sama, Koordinator Lapangan (Korlap), Edi Hariyanto menambahkan, kalau momentum tersebut sangat penting untuk diperingati. Mengingat tindakan korupsi di Indonesia ini semakin tahun selalu bertambah dan jumlah koruptor semakin meningkat.
” Untuk itu, dengan memperingati hari anti korupsi se dunia ini, aliansi aktivis anti korupsi Banyuwnagi meminta kepada pemerintah, agar secepatnya perilaku koruptor ditindak lanjuti dan diantisipasi. Agar tidak menjalar ke kalangan pemuda, sebagai generasi penerus bangsa.” tambah Edi.
Lanjut Edi, di peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia ini jangan hanya untuk diperingati saja. Melainkan harus ada tindakan nyata dari aparat penegak hukum (APH) untuk mengurangi angka koruptor di Indonesia.
” koruptor harus dihilangkan dari Bumi Nusantara. Lebih khusus di Bumi Blambangan. Sebab tindakan tersebut sudah banyak merugikan negara dan rakyat. Tidak hanya itu, tindakan melanggar hukum itu pun dapat merugikan keluarga dan yang bersangkutan.Dan kami berharap agar jajaran Pemkab Banyuwangi tidak melakukan korupsi. Karena akan berdampak terhadap orang banyak.” tutur Edi memungkasinya.(BUT).






