oleh

Pengiriman Perdana 20 ton Produk RDF dari TPS3R Balak, Banyuwangi

SUARAMERDEKA.ID – TPS3R Balak Kecamatan Songgon – Banyuwangi telah melaksanakan pengiriman perdana hasil produk RDF (Refuse-Derived Fuel) pada hari Rabu 22 Oktober 2025 lalu.
Kegiatan ini menjadi tonggak penting dalam upaya pengelolaan sampah berbasis teknologi dan ekonomi sirkular di Kabupaten Banyuwangi.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Banyuwangi, Dwi Handayani, mengatakan RDF merupakan bahan bakar alternatif yang dihasilkan dari olahan sampah non-organik yang memiliki nilai kalor tinggi.

Melalui proses pencacahan, pengeringan, dan pemadatan, sampah yang semula tidak bernilai kini diubah menjadi energi baru yang ramah lingkungan.

“Kegiatan ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan PT Solusi Bangun Indonesia (SBI), sebuah langkah strategis dalam mendukung program co-processing di industri semen.” kata Yani, sapan akrab Dwi Handayani, Jumat (7/11/2025).

Lanjut Dwi, Hasil RDF dari Banyuwangi nantinya akan digunakan oleh pabrik-pabrik semen di Kabupaten Tuban sebagai bahan bakar pengganti batu bara, membantu mengurangi emisi karbon sekaligus menekan volume sampah yang masuk ke TPA.

“Melalui inovasi ini, Pemerintah Kabupaten Banyuwangi terus menunjukkan komitmennya dalam mewujudkan pengelolaan sampah yang berkelanjutan, sejalan dengan visi “Banyuwangi Hijau dan Bersih dari Sampah”. ” tambah Dwi.

Langkah ini menjadi bukti bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tentang kebersihan, tetapi juga tentang energi, ekonomi, dan masa depan lingkungan yang lebih baik.

Bersama masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak, Banyuwangi terus bertransformasi menuju kabupaten berdaya, mandiri, dan berwawasan lingkungan.(BUT).

Loading...