oleh

Agustinus Jehamin: Penyidik Datangkan Ahli Membedah Putusan Inkra

SUARAMERDEKA.ID – Laporan polisi yang dilayangkan pelapor, Salma Warfandu melalui Agustinus Jehamin SH terkait dugaan tindak pidana penyerobotan, pengerusakan dan pencurian material di Polsek Sorong Barat telah dilimpahkan ke Polres Sorong Kota.

Terkait hal tersebut, kuasa hukum pelapor, Agustinus Jehamin SH mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi via telepon dengan penyidik Polres Sorong Kota terkait perkembangan laporan tersebut.

Meskipun demikian, pihaknya sangat menyayangkan alasan penyidik yang menyampaikan bahwa akan mendatangkan ahli untuk membedah isi putusan Pengadilan Negeri (PN) Kelas IB Sorong yang telah ingkrah.

“Saya orang hukum tapi saya jadi bingung dengan argumentasi hukum penyidik. Kok mau datangkan ahli lagi untuk membedah putusan inkra PN Sorong milik klien kami,” kata Gusti sapaan akrabnya saat ditemui di Sekretariat DPC Peradi Sorong, Ruko Venus Km.10 Kota Sorong, Senin (3/11/2019).

Diterangkan Gusti, kliennya telah memiliki putusan inkra dari PN Sorong atas lokasi tanah yang diseroboti pelapor atas nama Willem Guratehi. Selain itu, kliennya juga memiliki dasar putusan adat dari Lembaga Dewan Adat Malamoi.

Awalnya, lanjut Gusti, pelapor menggugat kliennya di tahun 2017 atas lokasi tanah tersebut namun pelapor kalah dalam gugatan. Pelapor juga tidak diakui secara adat.

“Putusan kan sudah ingkrah, itu hanya bisa PK (peninjauan kembali-red). Namun harus ada novum (alat bukti-red) baru, kok mau dibedah lagi, ini kan aneh, dasar hukum apa yang dipakai ?” tukas Gusti.

“Intinya kami akan kawal kasus ini, kami berharap penyidik bekerja sesuai undang-undang. Bukti-bukti kan kami juga sudah serahkan sebelumnya ke penyidik Polsek Sorong Barat. Kami juga tidak segan-segan melapor ke Polda Papua Barat dan Mabes Polri jika ada indikasi penyalahgunaan wewenang oleh penyidik,” tandasnya. (OSB)

Loading...

Baca Juga