oleh

Bupati Maybrat: Presiden Raja Yang Berkuasa Bernama Covid-19

SUARAMERDEKA.ID – Bupati Maybrat, Drs. Bernard Sagrim menyebut covid-19 adalah presiden dunia yang menjadi penguasa umat seantero bumi saat ini. Sejarah pun mencatat bahwa kebebasan manusia baik di perkotaan hingga pelosok dibatasi karena covid-19.

“Saya telah sampaikan kepada masyarakat saya bahwa sekarang ini presiden kita atau raja kita di dunia ini hanya satu, yaitu presdien raja yang bernama covid-19 yang berkuasa sekarang di muka bumi ini,” kata Bupati Maybrat saat ditemui di kediamannya di Sorong, Minggu (10/5/2020).

Karena menurut dia, saat ini covid-19 membuat semua penguasa duni tunduk dan takut dengan kebijakan-kebijakan yang dikeluarkan oleh WHO dan harus dituruti.

“Jadi adanya covid-19 ini, dia perintah apa saja kita kerjakan. Dia perintah bilang realokasi anggaran kita  kerjakan. Potong dana desa, maka Mentri keuangan harus potong. Begitupun hal-hal lain terkait dengan pembatasan aktifitas masyarakat, harus kita lakukan karena covid-19 ini,” ujar Bernard Sagrim.

Dikatakanya bahwa adapun kebijakan Indonesia untuk perencanaan pembangunan lainya harus di batalkan  akibat covid-19 ini.

“Jadi saat ini memang penguasa dunia, dan apapun perintah covid-19 ini seperti yang disampaikan oleh WHO maka kita pun harus turut, demi kepentingan kesehatan bersama,” terangnya.

Bupati Maybrat menambahkan, Presiden Donald Trum saja yang saat ini menguasai dunia, harus melakukan MoU dengan Senat Amerika untuk pindahkan tenaga ahlinya demi menylamatkan diri dari covid-19.

“Itu artinya beliau Presiden Amerika yang saat ini berkuasa saja harus taat dan tunduk terhadap aturan covid-19. Karena saat ini covid-19 ambil alih penguasa dunia,” ungkap Bernard Sagrim.

Ia mengatakan, pesan yang ingin ia sampaikan adalah agar masyarakat jangan menganggap remeh covid-19.

“Harus patuhi apa yang menjadi anjuran pemerintah, jangan kita malas tahu, karena covid-19 ini sangat berbahaya,” terang Bernard Sagrim.

Meskipun Kabupaten Maybrat belum ada kasus atau masih zona hijau, Ia mengaku pihaknya telah membuat kebijakan-kebijakan strategis untuk dapat mencegah covid-19.

Kebijakan tersebut dengan membatasi akses keluar masuk masyarakat baik itu pengunjung maupun masyarakatnya yang ingin keluar dari wilayah Maybrat. (papuabaratpos.com)

Loading...