oleh

Bupati Wajo Pimpin Upacara Pemberian Remisi di Lapas Sengkang

SUARAMERDEKA.ID – Bupati Wajo Dr H Amran Mahmud SSos MSi bertindak sebagai Inspektur upacara dalam upacara pemberian remisi terhadap warga lapas. Remisi merupakan apresiasi negara terhadap warga binaan yang telah berhasil menunjukkan perubahan positif selama di lembaga pemasyarakatan (lapas).

Kabupaten Wajo menggelar upacara penyerahan Remisi Umum dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke- 74 yang berlangsung di lapas kelas II B Sengkang, Sulawesi Selatan, Sabtu (17/8/2019). Turut hadir dalam upacara, Wakil Bupati Wajo H. Amran SE unsur Forkopimda Wajo. Hadir juga masyarakat Wajo yang sedang menjalani masa tahanan.

Acara diawali dengan Pengucapan Tri Dharma Petugas Pemasyarakatan oleh petugas lembaga pemasyarakatan. Kemudian dilanjutkan dengan pengucapan Catur Dharma Narapidana oleh empat perempuan warga binaan.

Jumlah remisi yang diberikankepada warga binaan Lapas II B Wajo sebanyak 184 remisi. Jumlah ini sesuai dengan SK remisi yang ditandatangani oleh Menteri Hukum dan HAM RI, pada HUT kemerdekaan RI tahun ini

Remisi tersebut terdiri atas remisi umum 1 sebanyak 179 orang dengan pengurangan masa tahanan bervariasi antara satu sampai dengan 6 bulan. Remisi umum 2 berjumlah 5 orang atau mereka langsung bebas pada hari ini.

Dalam sambutan seragam yang dibacakan oleh Bupati Wajo menjelaskan dasar hukum pemberian reemisi. Yakni berdasarkan peraturan Pemerintah nomor 99 tahun 2012 dan keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 174 tahun 1999, tentang remisi dimana warga binaan pemasyarakatan akan diberikan remisi.

“Remisi diberikan bagi narapidana dan anak yang sementara harus menjalani pidana. Di lembaga pemasyarakatan atau lembaga pembinaan khusus anak maupun rumah tahanan negara,” kata Bupati Wajo.

Bupati Wajo Pimpin Upacara Pemberian Remisi di Lapas Sengkang
Bupati Wajo Dr H Amran Mahmud SSos MSi menyerahkan surat remisi kepada perwakilan warga lapas penerima remisi

Lebih lanjut dikatakan bahwa pemberian remisi tidak hanya dimaknai sebagai pemberian hak kepada warga binaan. Tetapi lebih dari itu, remisi merupakan apresiasi negara terhadap warga binaan yang telah berhasil menunjukkan perubahan perilaku, memperbaiki kualitas dan meningkatkan kompetensi diri. Dengan mengembangkan keterampilan untuk dapat hidup mandiri. Serta menumbuhkan dan mengembangkan usahanya dalam rangka membangun perekonomian nasional.

Melalui pemberian remisi ini, Bupati Wajo berharap kepada seluruh warga binaan lembaga pemasyarakatan agar selalu patuh dan taat pada hukum, norma yang ada. Sebagai bentuk tanggung jawab baik kepada Tuhan maupun kepada sesama manusia.

Mengenai kondisi Lapas Rutan yang saat ini menjadi sumber permasalahan, Bupati Wajo berpesan kepada jajaran lembaga pemasyarakatan untuk meningkatkan kinerjanya.

“Daya tampung lapas yang sudah melebihi kapasitasnya. Terkadang menjadi alasan pembenaran terhadap terjadinya penyimpangan penyimpangan di Lapas atau rutan. Masih banyak juga kita dengar adanya dugaan pengendalian dan peredaran narkoba, penyalahgunaan ponsel serta pungutan liar yang terjadi di dalam Lapas Rutan. Semuanya berakar pada kelebihan penghuni,” ungkap Dr H Amran Mahmud SSos MSi.

 

Bupati Wajo Pimpin Upacara Pemberian Remisi di Lapas Sengkang

Bupati Wajo Dr H Amran Mahmud SSos MSi bersama unsur Forkopimda

Ia berpesan kepada seluruh jajaran lembaga pemasyarakatan agar menjadikan HUT kemerdekaan Republik Indonesia tahun 2019 ini sebagai momentum untuk lebih meningkatkan kinerja, mempercepat pelayanan. Mengubah pola kinerja yang dapat mengikuti perkembangan isu terkait pemasyarakatan. Tidak lupa secara tegas memberikan kepastian hukum kepada masyarakat dalam melaksanakan tugas sehari-hari.

Bupati Wajo juga memberikan ucapan selamat kepada penerima remisi bebas hari ini.

“Kepada seluruh warga binaan Lembaga Pemasyarakatan yang pada hari ini mendapatkan remisi, khususnya yang bebas hari ini diucapkan selamat.
Tetap berupaya meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Mahakuasa sebagai landasan dalam menjalani kembali kehidupan di tengah-tengah keluarga dan sebagai anggota masyarakat. Jadilah insan yang taat hukum. Insan yang berakhlak dan berbudi luhur serta insan yang mempunyai makna dan berguna dalam hidup dan kehidupan,” harap Bupati Wajo. (FAR)

Loading...

Baca Juga