oleh

Diduga Tidak Berijin, PPLHI Sikapi Galian C di Banyuwangi

SUARAMERDEKA.ID – Pemuda Peduli Lingkungan Hidup Indonesia (PPLHI) berpusat di Jakarta, menyikapi galian C seperti penambang pasir d Bumi Blambangan diduga ada yang tidak mengantongi ijin, sempat di sidak tim komisi D DPRD Kabupaten Banyuwangi.

Sementara yang di sorot pemerhati lingkungan PPLHI terkait penambang pasir di Kabupaten Banyuwangi. Berada di wilayah kecamatan Kalipuro , milik pak M di duga tidak mengantongi ijin. Namum penggalian pasir yang di ambil sudah lebih dari sepuluh meter kedalamannya.

Ketua PPLHI Pusat, Erwin Hutapea, Jumat (9/4/2021) di hubungi melalui komunikasi seluler, membenarkan adanya galian C / penambangan pasir di Banyuwangi di duga tidak mengantongi ijin, tetapi dalam actvitasnya sudah melakukan penggalian lebih sepuluh meter kedalamannya dari sekian hektar area galian C yang dilakukan.

“Tambang galian C yang ber ijin maupun yang tidak ada legalitas ijin perlu tinjau lapang ( TL ) nya di tinjau ulang dari ESDM Jatim di Surabaya, sepertinya ada unsur pembiyaran. Istilahnya di biarkan. Artinya setelah TL titik koordinat harus sesuai dengan titik koordinat yang sudah ada. Semestinya sesuai titik koordinat dalam perijinan sesuai dengan pengerukan kedalaman serta area yang di kerjakan. Sementara yang tidak berijin di harapkan untuk mengurus ijin sebelum actvitas di mulai,” kata Erwin.

Lebih lanjut untuk menyikapi lingkungan hidup di Banyuwangi, seperti galian C penambangan pasir. Saya selaku ketua PPLHI Pusat menyerahkan sepenuhnya kepada Bapak Wahyu Widodo untuk ber investigasi di Banyuwangi.” pungkas Erwin.

Sementara Wahyu Widodo, sapaan akrab Raja Sengon, mengatakan sangat prihatin pada tambang pasir milik Pak M, di wilayah kecamatan Kalipuro, di duga tidak memiliki ijin, activitas sudah sepuluh meter lebih kedalaman pengerukan pasir yang di gali di area mimiknya.

“Sepertinya activitas yang dilakukan milik Pak M, sudah cukup lama itu, belum pernah tersentuh hukum. Kemaren tim komisi D DPRD Banyuwangi sidak, dan melihat langsung kondisinya. Dampaknya luar biasa serta mengerikan, menyeramkan karena dekat dengan pemukiman. Saya mohon Pak Kapolresta untuk menindak, demi kelestarian lingkungan.” kata Wahyu dengan nada memohon.

Saya selaku pemerhati lingkungan dari PPLHI yang di Banyuwangi, tetap serius menyikapi penambang pasir yang ada di Banyuwangi. Terkait dengan dampak lingkungan, baik yang berijin maupun yang tidak berijin,” pungkas Wahyu Raja Sengon. (BUT)

Loading...

Baca Juga