oleh

Direktur Puskaptis Menyoal Vaksin Covid 19 Pada Lansia Yang Diduga Amburadul di Banyuwangi

SUARAMERDEKA.ID – Antisipasi penularan dan pemutusan mata rantai Covid 19 secara nasional untuk lansia diatas usia 60 tahun ke atas di beri vaksin sebagai pencegahan. Latar belakang negara untuk memprioritaskan lansia untuk mendapatkan vaksin karena mereka berisiko tinggi terhadap penularan Covid-19 sehingga Ketika para lansia selesai divaksin mempunyai harapan hidup yang lebih tinggi.

Pemerintah / negara memprioritaskan mereka sesuai surat edaran kementerian Kesehatan nomor HK.02.02/I/368/2021 tentang pelaksanaan vaksinasi Covid-19 pada kelompok sasaran lansia, komorbid dan penyintas Covid-19 serta sasaran tertunda.

Jumlah lansia dibanyuwangi adalah 238.587 orang (Sumber: BPS banyuwangi dalam angka 2021) dimana tiap- tiap lansia mendapatkan 2 dosis, artinya jika pemerintah Banyuwangi mau melakukan vaksinasi terhadap lansia, maka dibutuhkan 477.174 dosis vaksin Covid-19 akan tetapi data yang diliris Dinas Kesehatan Banyuwangi hanya tersedia 150.000 dosis atau diperuntukan hanya untuk 75.000 orang (30%), terus sisanya 163.587 lansia (70%) tentu tidak tervaksinasi Covid-19, atau mereka dibiarkan dengan seleksi alam? Atau Pemerintah Banyuwangi memakai data yang mana?.

Direktur Pusat Kajian Kebijakan dan Pembangunan Strategis (Puskaptis) Banyuwangi, Mohammad Amrullah, SH, M. Hum, Kamis (3/6/2021) mengatakan kalau data yang dikeluarkan oleh tim update vaksinasi covid 19 Kabupaten Banyuwangi per 1 Juni 2021 untuk lansia, baru tervaksin tahap 1 sebanyak 46.581 (49 persen) dari angka target yang divaksin 87.927 lansia.

Sedangkan tahap 2 sebanyak 892 lansia yang sudah tervaksin, terus yang 163 ribu lansia kapan divaksin?, mana jemput bola yang selalu digembor – gemborkan oleh Bupati Ipuk?, terlebih sebanyak 100 tenaga Kesehatan THL yang di PHK, sangat diluar akal nalar lansia 163 ribu dibiarkan mati ditengah gembar – gembor jemput bola vaksinasi covid 19.

“Belum lagi vaksinasi Covid-19 yang diperuntukan untuk lansia dipergunakan bagi bukan lansia. Ambil contoh di Kecamatan Blimbingsari di Desa Gintangan hanya 20 persen lansia dari 1.500 lansia hanya 300 orang lansia yang divaksin. Sisanya dipergunakan bukan lansia, artinya tidak tepat sasaran, petugas Kesehatan beralasan karena lansia tidak datang dan hadir Ketika diumumkan dimasjid, atau musholla atau pengajian, harusnya mereka divaksin dirumah2 mereka, dengan jemput bola, kejadian tersebut juga terjadi di Kecamatan Kabat Desa Pondok Nongko, dan kami yakin terjadi dibanyak tempat seperti itu di Banyuwangi.” Urai Amrullah.

Lanjut Amrullah, sudah jatah vaksin lansia hanya 30 persen dari jumlah lansia, sudah gitu tidak tepat sasaran. Ini pemerintah sebenarnya tidak serius dan sungguh- sungguh untuk vaksinasi covid 19 pada lansia, padahal semua instrument sudah disiapkan dari anggaran dan lain-lain.

“Bahwa kami mendesak agar DPRD Banyuwangi membuat pansus terhadap permasalahan tersebut, mengapa yang menjadi sasaran vaksinasi covid 19 hanya 30 persen dari jumlah lansia di Banyuwangi? Pemkab Banyuwangi memakai data yang mana? Dan kenapa sudah hanya 30 persen dari jumlah lansia yang divaksin covid 19 justru tidak tepat sasaran.” Pungkas Amrullah. (BUT).

Loading...