SUARAMERDEKA.ID – Sikap tegas Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Sufmi Dasco Ahmad, yang meminta pemerintah menunda rencana impor 105 ribu unit mobil pikap menuai dukungan luas dari berbagai elemen masyarakat. Salah satunya datang dari Maemun, Founder Aktivist Conection.
Maemun menilai langkah Prof. Dasco bukan sekadar sikap politik biasa, melainkan bentuk keberpihakan nyata terhadap kedaulatan ekonomi nasional dan perlindungan industri otomotif dalam negeri.
“Ini bukan hanya soal impor mobil. Ini soal harga diri bangsa! Ketika industri dalam negeri mampu, kenapa harus bergantung pada luar? Sikap Prof. Dasco adalah alarm keras bagi siapa pun yang ingin gegabah mengambil kebijakan strategis,” Tegas Maemun dalam keterangannya, Selasa, Jakarta, (24/02/2026).
Menurut Maemun, rencana impor dalam jumlah besar harus melalui kajian komprehensif, terlebih di era kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang mengusung semangat kemandirian dan penguatan produksi nasional.
Ia menyebut, jika impor dilakukan tanpa pertimbangan matang, maka dampaknya bisa menjadi “tsunami ekonomi” bagi pelaku industri lokal, UMKM otomotif, hingga tenaga kerja dalam negeri.
“Kami mendukung penuh langkah DPR yang meminta penundaan. Negara tidak boleh menjadi pasar empuk bagi produk luar. Industri nasional harus menjadi tuan rumah di negeri sendiri!” Lanjutnya dengan nada lantang.
Maemun juga mengajak seluruh elemen masyarakat sipil, aktivis, dan pemuda untuk mengawal kebijakan strategis agar tetap berpihak pada kepentingan rakyat.
“Ini momentum untuk membuktikan bahwa kebijakan ekonomi Indonesia berdiri tegak, tidak mudah goyah oleh tekanan global. Aktivist Conection berdiri di barisan depan mendukung langkah tegas demi kedaulatan ekonomi bangsa,” Tutupnya.
Dengan dukungan ini, publik menanti langkah lanjutan pemerintah dalam memastikan setiap kebijakan impor benar-benar berpihak pada kepentingan nasional dan masa depan industri Indonesia. (RED)







