oleh

DPD Partai Golkar Jakarta Barat: Dukungan Tuparjo ke Bamsoet Ilegal

SUARAMERDEKA.ID – Sekertaris Dewan Pimpinan Daerah Partai Golkar (DPD Partai Golkar) Jakarta Barat Ardaly SH menyatakan dukungan Tuparjo yang mendukung majunya Bambang Soesatyo (Bamsoet) sebagai ketua Umum Partai Golkar adalah ilegal. DPD Partai Golkar Jakarta Barat tetap fatsun dan loyal kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartato.

Menurut Ardaly, status Tuparjo sebagai Ketua DPD Partai Golkar Jakarta Barat pada dukungan tersebut patut dipertanyakan. Dalam pernyataannya, Minggu (30/6/2019), Ardaly menjelaskan bahwa untuk menutup kekosongan dan stagnasi  organisasi kepartaian, maka perlu dibuat Rapat Pleno.

“Kepemimpinan Ketua jakarta Barat, Tuparjo setelah Pileg menimbulkan persoalan. Apalagi setelah 7 Pimpinan Kecamatan di Jakarta Barat melaksanakan mosi tidak Percaya. Secara otomatis legaliltasnya patut dipertanyakan. Dan saudara Tuparjo mustahil bisa menjalankan organisasi kepartaian,” kata Ardaly.

Lanjut Ardaly, pada tanggal 26 Juni 2019, DPD telah membuat rapat pleno. Salah satu hasil rapat pleno menyatakan bahwa Tuparjo bukan lagi ketua DPD Partai Golkar Jakarta Barat. Jabatan Ketua DPD Partai Golkar dinyatakan kosong.

“Keputusan salah satunya telah menyepakati bahwa untuk menjalankan organisasi di jakarta Barat dijalankan oleh Sekertaris dan ketua harian atau para Wakil Ketua sesuai pembidangannya. Karena masih ada beberapa event yang dilalui. Seperti menunggu keputusan rekomendasi dari DPP atau petunjuk dan arahan dari Plt DKI Jakarta,” jelas Ardaly.

Namun anehnya, menurut Ardaly, ketika terjadi klarifikasi yang dilakukan oleh sekertaris DPW DKI Jakarta terkait dukung mendukung dalam persoalan Bamsoet, terlihat sosok Tuparjo ikut juga menarik dukungan. Ardaly menganggap tindakan Tuparjo adalah hal yang aneh.

“Satu sisi legalitasnya sedang dipertanyakan, tapi satu sisi sudah memberikan dukungan. Itupun tidak melalu mekanisme partai. Bagaimana bisa memberikan dukungan? Untuk mengkonsolidasikan pengurus aja tidak bisa,” ujar Sekertaris DPD Partai Golkar Jakarta Barat.

Sementara itu Wakil Ketua Bidang Kepartaian DPD Partai Golkar Jakarta Barat Achmad Faisal Nasution menyatakan, secara prinsip, DPD Partai Golkar Jakarta Barat tetap fatsun dan loyal kepada Ketua Umum DPP Partai Golkar Airlangga Hartato. Ia menegaskan, jika berbicara dukung mendukung, DPD Jakarta Barat tetap menunggu arahan dan kebijakan plt Ketua Golkar DKI.

“Jadi dukungan Tuparjo ke Bamsoet itu ilegal. Dan harapan saya sebagai Wakil Ketua Bidang Kepartaian DPD Jakarta Barat ke partai, tentunya dapat menindak lanjuti permohonan kami. Yang telah dilaporkan dalam surat hasil keputusan rapat pleno. Agar status kepemimpinan di Jakarta Barat lebih terang dan legalitasnya diakui secara organisasi. Yaitu peraturan organisasi kepartaian kita,” kata Achmad Faisal Nasution. (OSY)

Loading...

Baca Juga