oleh

Gigih Satria, Pesilat Berprestasi Yang Dicueki Pemkab Lampung Utara

SUARAMERDEKA.ID – Sejumlah prestasi yang diraih Gigih Satria Ramadhan Ayuda (17) pemuda duduk di bangku kelas 12 Mia Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Abung Timur kabupaten Lampung Utara ternyata tidak membuat Pemerintah Daerah setempat meliriknya. Dengan kondisi ekonomi yang pas-pasan, ia kerap mengikuti kejuaraan dengan biaya pribadi.

Anak pertama dari 4 saudara ini telah menuai berbagai prestasi dalam olahraga seni bela diri pencak silat tingkat Provinsi. Ia telah meraih dua medali emas dan 1 medali perak.

Kepada suaramerdeka.id ia mengaku prestasi yang didapatnya ini semua atas usaha pribadi. Tidak ada dukungan nyata yang diberikan oleh Pemda Kabupaten lapung Utara (Lampura) maupun pihak sekolah. Dengan berbekal uang seadanya dari orang tua, remaja yang akrab di sapa dengan panggilan Gigih ini harus berjuang sendiri.

“Bantuan dari sekolah hanya sebatas kata-kata (dukungan moril-red) saja. Kalau seperti memberi bantuan biaya, tidak ada. Pemerintah daerah juga tidak ada. Selama ini semua kegiatan, saya pakai uang pribadi semua” jelas Gigih Satria di kediamannya, Senin (28/10/2019).

Sementara itu Ayi Sobri orang tua dari Gigih Satria Ramadhan Ayuda berharap adanya perhatian khusus terhadap anaknya mengenai biaya dan peralatan olahraga.

“Saya berharap pihak sekolah dan pemerintah bisa membantu bagi anak saya dan masyarakat lain yang berperestasi di bidang olahraga,” harapnya.

Lanjutnya, seharusnya ada wujud nyata perhatian dari pemerintah setempat. Terutama untuk untuk mereka yang hidup dalam kondisi ekonomi pas-pasan.

“Iini kan mengharumkan nama daerah kita. Karana ini membawa atas nama perwakilan Lampung Utara. Jika tidak ada perhatian dari Pemkab Lampura, maka saya akan numpang Kabupaten Tulang Bawang Barat. Karena anak saya ditawari Pemkab Tulang Bawang Barat untuk bertanding atas nama kabupaten sana,” tandasnya. (HRN)

Loading...

Baca Juga