SUARAMERDEKA.ID – Jika ada lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, di Tanah Goyang ada yang namanya budaya main silat di Dusun Tanah Goyang Tradisi ini biasanya dirayakan setelah Lebaran Idul Fitri.
Hampir sama dengan makna lebaran sesungguhnya, yakni menjaga dan mempererat hubungan silaturahmi. Lebaran di Dusun Tanah Goyang yang sudah dilaksanakan sejak lama.
Lebaran ini juga menjadi sarana bertemu warga satu dengan lainnya. Yang membedakan pada lebaran di Dusun Tanah Goyang yakni, sarana tersebut dijadikan ajang unjuk kebolehan silat kampung.
Ya, dalam acara lebaran di Dusun Tanah Goyang yang mengusung tema ‘Merajut Silahturahmi di Tengah Pandem’i, para pesilat dari berbagai RT di Tanah Goyang Kecamatan Huamual Kabupaten Seram Bagian Barat yang tergabung dalam silat Kampung, dihalaman Masjid At’taqwa Dusun Tanah Goyang.
Para pesilat yang mengenakan pakaian bebas rapi, satu-persatu menunjukan keahliannya dalam belah diri, dengan tangan kosong. Bahkan ada pesilat dari berbagai perguruan, yang ikut menampilkan keahliannya dalam bela diri.
Pantuan SUARAMERDEKA.ID dilokasi, ratusan orang yang hadir dalam acara lebaran di Dusun Tanah Goyang diwajibkan untuk mengenakan masker, tetap selalu jaga jarak guna mengikuti protokol kesehatan Covid-19.
Kepala Dusun Tanah Goyang, Munir Baufakar mengatakan “Ini adalah ajang silaturahmi setahun sekali. Biasanya kita lakukan sore hari setelah Shalat Idul Fitri,” ujar pria yang dijuluki sebagai kadus Tanah Goyang. Kamis (13/5).

Kata Kadus Tanah Goyang, perkumpulan Silat ini, untuk melestarikan budaya silat kampung. Kendati demikian, bukan berarti masyarakat lainnya tidak diperbolehkan ikut ke dalam permainan silat, karena masyarakat dari kalangan apa pun yang mempunyai keahlian bisa masuk.
“Memang yang kita utamakan itu silat kampung, anggotanya sudah ada ratusan di Tanah Goyang. Dan 90 persen pesilat semua., Memang sambil melestarikan budaya silat kampung. Sesuai dengan jargon kita, jaga saudara, jaga negara, jaga agama,” ucapnya.
Menurutnya, dengan adanya ini, minimal generasi muda tersadar dengan tradisi main silat. Pasalnya, silat ini membawa pesan misi damai (harmoni), tidak ada keributan, karena tradisi ini mengajarkan adat, akhlak, dan moral.
“Minimal generasi muda tersadar dengan tradisi yang tidak boleh hilang. Dan harus di lestarikan ke generasi kedepan, supaya masyarakat Tanah Goyang kembali ke jati dirinya,” tuturnya. (SMS)










