oleh

PD GPI Kota Ambon Akan Sikapi Aksi Tolak HRS di Jakarta

SUARAMERDEKA.ID – Pengurus Daerah (PD) Gerakan Pemuda Islam (GPI) Kota Ambon akan menggelar konferensi pers dalam rangka merespon aksi tolak HRS (Habib Rizieq Shihab) yang diduga dilakukan oleh sekelompok preman yang mengatasnamakan masyarakat Indonesia Timur dan Maluku.

Sekretaris PD GPI Kota Ambon Ruslan Rumaratu membenarkan kabar akan digelarnya konferensi pers. Rencananya, konferensi pers tersebut dilakukan pada hari Rabu di Markas GPI Kota Ambon.

“Ya, kami mengundang rekan-rekan media untuk hadir dan meliput kegiatan Konferensi Pers. Insya Allah akan kami laksanakan pada haru Rabu (25/11/2020) pukul 15.30 WIT di Markas GPI Kota Ambon,” kata Ruslan Rumaratu melalui pesan WA, Senin (23/11/2020).

Ada pun konferensi pers tersebut akan menyikapi aksi demo tolak HRS di Jakarta yang diduga dilakukan oleh sekelompok preman beberapa hari lalu.  Pada saat itu, massa aksi mengatasnamakan perwakilan dari masyarakat Indonesia Timur dan Maluku.

“Kami akan menegaskan bahwa demo yang dilakukan di Jakarta tersebut tidak mewakili kami selaku masyarakat Indonesia Timur dan Maluku. Kami meminta semua pihak agar tidak terprovokasi atas aksi tersebut. PD GPI Kota Ambon menilai, aksi ini sebagai upaya mengadu domba dan memperkeruh situasi bangsa,” tuturnya.

Pihaknya akan meminta Gubernur Maluku, Panglima TNI, Kapolda Maluku dan Kelapa BIN Daerah Maluku agar menyikapi isu nasional yang sangat berpotensi memecah belah kerukunan antar umat beragama di Maluku. Selain itu, tindakan massa aksi yang menginjak-injak dan menyobek poster HRS dengan permasalahan penurunan baliho adalah 2 hal yang berbeda.

“Bagaimanapun, HRS adalah seorang ulama yang dihormati pemuda Islam di Ambon. Ada pun masalah penurunan baliho HRS, itu hal yang berbeda. Karena itu, PD GPI Kota Ambon meminta ranah baliho tidak dipolitisasi dan dibesar-besarkan. Pasca konferensi pers, kami akan menggelar aksi di kota Ambon untuk merespon isu tersebut,” tutupnya. (ARB)

Loading...

Baca Juga