SUARAMERDEKA.ID – Ikatan Pelajar Mahasiswa Ilath (IPMI) menuntut Bupati Buru Ramly Ibrahim Umasugi memenuhi janji politiknya untuk menyelesaikan jalan darat di poros Batabual. Mereka mengaku, para tetua di Batabual menyebut Ramly “munafik” karena tak kunjung tepati janji.
Sekitar puluhan anggota IPMI menggelar aksi unjuk rasa di Namlea, Selasa (2/2/2021). Mereka melakukan longmarch dari kawasan kampus Iqra Buru menuju Simpang Lima Namlea, Kantor Dinas Perhubungan, Kantor Bupati Buru dan berakhir di DPRD Buru.
Beberapa anggota DPRD Buru terlihat hadir saat massa aksi menyampaikan aspirasinya. Massa IPMI meminta Bupati Buru untuk menyediakan transportasi Feri pulang pergi dari Namlea menuju Ilath, Kecamatan Batabual. Transportasi laut adalah opsi terakhir setelah jalan darat Batabual menuju Kayeli disebut rusak parah.
Massa aksi mengecam Ramly Umasugi yang pernah berjanji merampungkan pembagunan jalan poros tersebut di program seratus hari kerja. Dikutip dari beritabeta.com, salah satu peserta aksi, Suhardi Waeulung, menyampaikan pesan dari tetua Batabual untuk Ramly Umasugi. Pesan ini disampaikan kepada Asisten I Setda, Masri Bugis dan Asisten III, Mansur Mamulaty SPd.
“Saya punya titipan dari orang tetua di Batabual. Dong sampaikan, dong bilang, tolong sampaikan kepada Bupati Buru, tolong tepati ontua pung janji,” kata Suhardi Waeulung.
Ia menegaskan, janji tersebut diucapkan Ramly Umasugi jika ia terpilih menjadi Bupati. Ramly berjanji pada 100 hari kerja pertamanya, jalan Batabual akan dicor. Karena sudah bertahun-tahun tak terrealisasi, ia mengaku, tetua Batabual pun menyebut Bupati dua periode ini munafik.
“Sudah berapa tahun ini. Apa yang katong masyarakat Batabual rasakan? Katong seng pernah rasakan sesuai ontua pung janji. Maka hari ini, tolong sampaikan kepada ontua, bahwa ontua itu munafik,” tegas Suhardi Waeulung.
Usai mendengarkan aspirasi massa IPMI, Masri Bugis menjelaskan, jalan yang dimaksud adalah jalan provinsi. Maka tanggungjawab perawatan jalan tersebut adalah tanggung jawab pemerintah Provinsi Maluku. Ia mengaku, dalam beberapa kali rapat di Ambon, ia telah ikut menyuarakan masalah jalan itu.
Sedangkan Asisten III berjanji akan meneruskan tuntutan massa aksi kepada Bupati yang saat ini berada di luar daerah. (ARB)










