oleh

PKS: Stimulus Listrik Jangan Hanya Sampai Maret 2021, Hingga Akhir Tahun

SUARAMERDEKA.ID – Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, meminta Pemerintah agar program pemberian stimulus listrik bagi masyarakat tidak hanya diperpanjang hingga bulan Maret 2021, namun hingga akhir tahun 2021. Program ini dirasa sangat membantu masyarakat karena dapat meringankan biaya iuran listrik perbulan.

Mulyanto menuturkan, selama ini Pemerintah memberikan bantuan listrik dalam bentuk stimulus COVID-19 untuk daya 450 VA & 900 VA. Program tersebut diberikan untuk meringankan beban masyarakat yang tidak mampu dan rentan dalam menghadapi masa pandemi Covid-19.

Bagi pelanggan rumah tangga, stimulus tersebut telah diberikan sejak April 2020 serta pelanggan bisnis dan industri kecil sejak Mei 2020. Beberapa hari lalu, pemerintah mengumumkan program ini diperpanjang hingga bulan Maret 2021.

Berdasarkan laporan masyarakat yang diterima saat melakukan reses ke beberapa daerah, program stimulus listrik ini dirasa sangat membantu. Wakil Ketua Fraksi PKS ini menuturkan, program ini dapat meringankan biaya iuran listrik perbulan.

Mulyanto meyakini, pengurangan biaya tagihan listrik itu sangat berarti bagi masyarakat kurang mampu. Sebab anggaran yang sebelumnya disiapkan untuk membayar tagihan listrik dapat dialihkan untuk keperluan lain terkait upaya penanggulangan atau pencegahan penularan COVID-19 di tingkat keluarga.

“Karena itu sangat tidak tepat kalau Pemerintah malah menghentikan program stimulus listrik PLN ini hanya sampai Maret 2021. Pemerintah wajib untuk terus membantu meringankan beban masyarakat sampai pandemi ini benar-benar telah melandai dan masyarakat siap untuk bangkit,” kata Mulyanto di Jakarta, Senin (4/1/2020).

Politisi senior PKS yang akrab dipanggil Pak Mul ini melanjutkan, mengacu pada data, jumlah kasus positif COVID-19 harian yang terus meningkat. Ia menilai, kondisi saat ini masih belum kondusif bagi masyarakat untuk beraktifitas sebagaimana biasa. Pemerintah juga hingga saat ini masih menetapkan kebijakan pembatasan aktifitas ekonomi masyarakat. Untuk itu, diperlukan kompensasi dari Pemerintah agar kebutuhan hidup masyarakat dapat terpenuhi.

“Program vaksinisasi belum berjalan sehingga masyarakat masih rentan terpapar penularan COVID-19 ini. Mereka masih membutuhkan bantuan pihak Pemerintah,” imbuh Mulyanto

Karenanya, Mulyanto meminta, selama aktifitas sosial kemasyarakatan belum pulih 100 persen, selama itu pula sebaiknya Pemerintah memberikan bantuan. Ia menegaskan, masyarakat masih membutuhkan bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban hidup.

“Saya minta program ini dilaksanakan jangan hanya sampai bulan Maret 2021. Tetapi dianjutkan hingga akhir tahun 2021. Saat ini masyarakat masih membutuhkan bantuan untuk meringankan beban hidup akibat dampak pandemi COVID-19,” pungkas Mulyanto. (OSY)

Loading...

Baca Juga