oleh

PKS Tolak RUU HIP Dimasukan Dalam Prolegnas Prioritas Tahun 2021

SUARAMERDEKA.ID – Wakil Ketua Fraksi PKS DPR RI, Mulyanto, meminta RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) tidak dimasukkan kembali ke dalam prolegnas prioritas tahun 2021. Selain ditolak masyarakat, pemerintah juga tidak pernah mengajukan daftar inventaris masalah (DIM) atas RUU inisiatif DPR ini.

Menurut Mulyanto, DPR harus mempertimbangkan berbagai aspirasi yang disampaikan masyarakat, agar tidak menimbulkan kegaduhan baru. Ia menegaskan, tidak ada urgensinya untuk meneruskan RUU HIP.  Masyarakat yang menjadi dasar empirik-sosiologis pembentukan perundangan banyak yang menolak.  Bahkan pemerintah juga tidak pernah memasukkan RUU ini dalam DIM.

“Sebelumnya ketika menyampaikan Surat Presiden, Pemerintah tidak mengajukan DIM RUU HIP, yang merupakan RUU inisiatif DPR. Tetapi malah mengajukan DIM RUU BPIP sebagai inisiatif pemerintah,” katanya di Jakarta, Jumat (27/11/2020) siang.

Baca Juga :  Pemilu 2019 Adalah Pertarungan Antara Kekuatan Destruktif vs Penyelamat, Menjawab Adian Napitupulu

Bahkan Mulyanto mengaku, pemerintah tidak mengajukan secara resmi RUU BPIP untuk masuk dalam Prolegnas jangka menengah 2019-2024. Pemerintah juga tidak pernah meminta RUU ini untuk masuk dalam prolegnas prioritas tahun 2021.

“Jadi tidak ada unsur yang mendesak atau urgensinya untuk meluncurkan RUU HIP inisiatif DPR yang tidak ditindaklanjuti Pemerintah ini ke dalam prolegnas prioritas tahun 2021,” kata anggota Baleg ini.

Mulyanto pun meminta DPR dan Pemerintah benar-benar mau mempertimbangkan berbagai masukan yang disampaikan masyarakat. Ia melihat, masih banyak RUU yang lebih layak dan mendesak untuk dibahas daripada RUU HIP yang mengundang kontroversi tersebut.

“Secara tegas PKS menolak RUU HIP dimasukan ke dalam prolegnas prioritas tahun 2021,” tandas Mulyanto.

Baca Juga :  PKS Nilai Sudah Waktunya SKK Migas Dibubarkan

Ia menambahkan, rencananya akan dilaksanakan Raker Baleg DPR RI dengan Menkumham dan DPD RI untuk memutuskan Prolegnas Prioritas Tahun 2021 pada hari ini. Namun karena masih belum siap, nampaknya ditunda pada kesempatan terdekat. (OSY)

Loading...

Baca Juga