oleh

Polresta Banyuwangi Ungkap 24 Kasus Narkoba

SUARAMERDEKA.ID – Peredaran narkotika di Bumi Blambangan, ujung timur pulau, meningkat. Dalam kurun waktu sebulan terakhir, tim sst narkoba Polresta Banyuwangi berhasil mengungkap 24 kasus peredaran obat-obatan terlarang jenis sabu dengan 32 orang tersangka.

“Ini merupakan hasil pengungkapan kasus, sejak awal sampai 30 Maret. Jumlah ada 24 kasus dengan 32 orang tersangka,” kata Kapolresta Banyuwangi, Kombes Pol Arman Asmara Syarifuddin, dihadapan awak media, Selasa 30 Maret 2021.

“Dengan rincian 28 tersangka laki-laki dan 4 tersangka perempuan. 32 tersangka ini, ada yang perannya menjadi suplier, ada yang pengedar, juga ada pemakai. Semuanya kasus sabu,” tambahnya.

Menurut Kapolresta, modus operasi yang dilakukan para pengedar narkoba ini ialah menggunakan sistem ranjau. “Jadi untuk menghilangkan jejak, rata-rata mereka menggunakan modus ranjau. Jadi antara penjual dan pembeli ini jarang bertemu secara tatap muka saat bertransaksi,” terang Arman.

Selain mengamankan 32 orang tersangka, polisi juga berhasil mengamankan sejumlah barang bukti. Diantaranya sabu seberat 169,34 gram, uang tunai Rp 1.456.000, timbangan digital sebanyak 13 unit, 33 unit handphone dan 8 unit sepeda motor.

Lanjut Arman, kasus narkotika di Polresta Banyuwangi mengalami trend peningkatan. Tentu hal ini harus menjadi atensi semua pihak, mengingat narkoba ini bisa menghancurkan masa depan generasi muda.

Oleh sebab itulah, selain melakukan upaya represif, pihaknya juga senantiasa melakukan upaya preventif. Salah satunya ialah dengan menggelar sosialisasi dan kampanye anti narkoba, baik di instansi pemerintahan, sekolah maupun di kalangan komunitas.

“Tentu harapan kita, dengan kampanye ini masyarakat Banyuwangi khususnya kalangan muda menjauhi narkoba. Kita juga berharap kepada masyarakat, apabila mengetahui adanya informasi terkait transaksi maupun penggunaan narkoba, agar segera melapor ke kepolisian terdekat,” pungkas Kombes Pol. Arman. AS.. (But).

Loading...

Baca Juga