oleh

Poros Rawamangun Gelar Lomba Pengadaan Sembako Bansos DKI Jujur

SUARAMERDEKA.ID – Mencontohkan proses lelang dilakukan dengan jujur akan menghasilkan nilai yang pantas, Poros Rawamangun menggelar Lomba Pengadaan Sembako seperti bansos DKI. Semangat The Power of Emak-Emak menjadi sasaran utama sebagai peserta lomba.

Ketua Poros Rawamangun Rudy Darmawanto menjelaskan, yang mendasari pihaknya mengadakan lomba ini adalah maraknya dugaan korupsi bansos DKI. Menurutnya, cara yang paling baik untuk menjawab pertanyaan tersebut adalah dengan membandingkan secara langsung harga item barang yang ada di paket bansos dengan harga barang di pasaran.

“Harga pagu yang ditetapkan pada bansos DKI dengan 10 item barang ini kan 275 ribu. Itu gak termasuk kardus dan pengiriman. Yang menjadi omongan di masyarakat adalah, benar gak sih 10 item barang yang ada itu nilainya segitu? Makanya kita coba,” kata Rudy saat dihubungi melalui sambungan selular, Jumat (25/12/2020) pagi.

Ia melanjutkan, target utama yang menjadi peserta lomba pengadaan sembako adalah kaum ibu, baik individu atau berkelompok. Menurut Rudy, emak-emak sudah terbukti tahu persis berapa harga sembako per item. Selain itu, Power of Emak-Emak diyakininya sebagai kekuatan besar yang tidak bisa dipandang sebelah mata.

“Emak-emak mampu membeli dengan harga yang jauh lebih murah dari pagu bansos yang ditetapkan oleh Dinas Sosial dan PD Pasar Jaya,” tegasnya.

Poros Rawamangun Gelar Lomba Pengadaan Sembako Bansos DKI Jujur
Pamflet Poros Rawamangun Gelar Lomba Pengadaan Sembako yang diadakan Poros Rawamangun

Ia menambahkan, edukasi yang ingin ditonjolkan Poros Rawamangun pada lomba ini adalah mencontohkan bahwa sebuah proses lelang bisa dilakukan dengan mudah dan cepat. Rudy menegaskan, manakala ada kepentingan pribadi dan kelompok dalam menentukan pemenang lelang, yang terjadi justru sebaliknya.

“Itu yang melatarbelakangi kami menggelar Lomba Pengadaan Sembako Ala Bansos Pemprov DKI Jakarta. Loh, ini bukan sindiran. Ini justru mengedukasi semua pihak dan tentunya masyarakat,” ujar Rudy.

Ia menambahkan, Poros Rawamangun sangat menyayangkan bansos DKI yang notabene ajang bersedekah justru memunculkan potensi perbuatan korupsi bahkan menjadi ajang bancakan. Rusy mengingatkan, berbuatan baik seharusnya dilakukan dengan keterbukaan dan kejujuran.

“Acara yang kami gelar ini, juga bertujuan agar terbangun kesadaran untuk berlomba-lomba berbuat kebajikan, kebaikan, kejujuran terutama dalam bersedekah. Bukan berlombal-omba korupsi bansos. Inilah nilai edukasi dan spiritualitas dari pelaksanaan kegiatan tersebut,” pungkas Rudy. (OSY)

Loading...

Baca Juga