SUARAMERDEKA.ID, BULA – Rapat Paripurna Pengresmian Pemberhentian dan Pengangkatan Pengganti Antar Waktu Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Seram Bagian Timur (DPRD SBT), yang digelar diruang paripurna gedung DPRD, Bula, (15/7/23). berakhir ricuh.
Kericuhan terjadi saat DPRD gelar rapat paripurna pergantian Antar Waktu antara Almarhum Drs. Moh. S. A. R Wattimena digantikan dengan Kaafa Hulihulis dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Daerah Pemilihan III.
Berdasarkan rekaman Video yang beredar dan pantauan media ini dilapangan, salah satu anggota DPRD dari Fraksi Gerinda yang juga Wakil Ketua II DPRD SBT Sekaligus Ketua DPC Partai Gerinda Kabupaten SBT Achmat Foth terlihat mengamuk sambil mengeluarkan makian khas Maluku.
Dirinya tak terima lantaran rapat yang digelar tanpa menunggu dirinya yang merupakan salah satu unsur pimpinan DPRD.
“Ozi eee se pung dalam p**** par ose e, ose tau pimpinan ada berapa orang, ada berapa orang pimpinan disini” sambil memaki dengan nada tegas, Achmat Foth terlihat mengamuk dan dilerai oleh beberapa anggota DPRD dan tamu yang turut hadiri paripurna.
Berdasarkan informasi yang kami himpun, agenda paripurna dijadwalkan pukul 09.00 WIT namun molor dan baru dibuka pukul 10.30 WIT, sementara yang bersangkutan tiba diruang paripurna sekitar pukul 11.12 WIT.
Dirinya mengamuk dan memaki staf DPRD lantaran dianggap tidak menghargai dirinya selaku Wakil Ketua DPRD, bahkan dirinya memerintahkan salah satu anak buahnya untuk melakukan tindakan kekerasan.
“Sedek beta (saya-red) perintah pukul, pukul e” teriaknya penuh emosi.
Akibat insiden tersebut, rapat paripurna ditunda setelah situasi kondusif, rapat baru dapat dilanjutkan setelah 15 menit kemudian.
Rapat Paripurna dihadiri Wakil Bupati SBT, Wakapolres SBT, Kepala Kejaksaan Negeri SBT, Kodim Persiapan SBT, Pipinan Organisasi Perangkat Daerah dan Pimpinan Lembaga Vertikal.
Akibat kejadian itu, sejumlah pejabat tinggi SBT akhirnya menarik diri dari ruang sidang dan terlihat meninggalkan gedung DPRD usai rapat paripurna, mereka terlihat kecewa bahkan mereka tidak lagi mengikuti sesi ramah tamah dan makan bersama pimpinan anggota DPRD. (AMR).










