oleh

TNI AL Ungkap Modus Baru Penyelundupan Rokok Ilegal Senilai 5 Miliar

SUARAMERDEKA.ID – Anggota TNI AL yang berpatroli menggunakan KRI Alamang-644 berhasil mengamankan kapal yang bermuatan ribuan kardus rokok ilegal senilai 5 miliar rupiah. Barang ilegal tersebut akan diselundupkan dari negara tetangga di Perairan Batam, Kepulauan Riau pada Sabtu (27/3/2021).

Komandan KRI Alamang-644 Letkol Laut (P) Mochamad Fuad Hasan, S.E., MMDS  mengatakan, penangkapan berawal dari informasi dari masyarakat. Informasi ini kemudian didalami oleh Guskamla Koarmada I dan ditindaklanjuti oleh KRI Alamang-644 dengan melaksanakan patroli di Perairan Selat Singapura. Patroli ini berhasil mengidentifikasi kontak kapal yang diduga menyelundupkan rokok ilegal tersebut.

“Kapal KM Karya Sampurna, rencana berlayar dari Batam tujuan Songkhla, Thailand. Namun berdasarkan keterangan awal dari Nakhoda MM, mengakui akan berlayar menuju Tanjung Berakit. Selanjutnya muatan akan dipindahkan ke kapal penampung,” kata Letkol Laut (P) Fuad dalam pernyataan resmi, Minggu (28/3/2021).

Berdasarkan keterangan Komandan Guskamla Koarmada I Laksma TNI Yayan Sofiyan, S.T., M.M., kecurigaan timbul dari dokumen yang ada. Dokumen diindikasikan palsu karena tidak ditemukannya dokumen keimigrasian ke Thailand serta jumlah bahan bakar yang tidak memungkinkan untuk berlayar ke Thailand.

“Setelah diambil keterangan lebih detail, Nakhoda menyampaikan bahwa sebenarnya kapal akan berlayar menuju Tanjung Berakit. Untuk memindahkan rokok tersebut ke kapal penampung lainnya,” imbuhnya.

Diduga pula, kompetensi nakhoda KM Karya Sampurna dan KKM tidak sesuai Safe Manning. Kapal ini digua tidak memiliki dokumen Pemberitahuan Import Barang (PIB). Jumlah rokok ilegal yang berhasil diamankan sebanyak 1.674 karton dengan perkiraan nilai 5 miliar.

Sementara itu ditempat terpisah, Panglima Komando Armada I Laksamana Muda TNI Abdul Rasyid K, S.E., M.M., memberikan apresiasi atas kerjakeras dan kesungguhan yang dilaksanakan oleh jajarannya. Ia menyampaikan, penyelundupan ini ini merupakan modus baru dari kejahatan lama.

Sebelumnya, menurutnya, kapal-kapal menyelundupkan rokok dari Pelabuhan Jurong Singapura dengan kapal motor dan overship ke HSC (High Speed Craft) di OPL sekarang mengelabui masuk menggunakan kontainer memalsukan dokumen seolah-olah akan dibawa ke Shongla Thailand atau negara lainnya. Sementara Batam dilaporkan hanya sebagai pelabuhan transit saja.

Namun, tuturnya, kapal tersebut sebenarnya akan memindahkan muatannya di Tanjung Berakit ke HSC untuk disebarkan di sejumlah tempat di Indonesia. Dengan demikian rokok illegal tanpa cukai yang masuk dari Jurong Singapura beredar ke sejumlah lokasi di Indonesia secara illegal.

“Wilayah perairan Kepri dan Selat Malaka rentan terhadap tindakan penyelundupan selain masalah keamanan laut lainnya. Oleh karena itu sepanjang Selat Malaka hingga Selat Singapura secara rutin Koarmada I menggelar unsur-unsur patroli udara dan laut dibawah kendali Guskamla Koarmada I. Hal ini juga merupakan komitmen Pimpinan TNI AL dalam hal ini Kepala Staf Angkatan Laut, Laksamana TNI Yudo Margono, S.E., M.M. Untuk memberantas segala bentuk  tindak pidana di laut.” kata Pangkoarmada I.

Saat ini Kapal beserta muatan dan Nakhoda beserta delapan orang ABK berada di dermaga Pangkalan TNI AL Batam guna penyelidikan lebih lanjut. (OSY)

Loading...

Baca Juga