oleh

Warga DKI Jakarta, Mari Kita Dukung PSBB Total

Warga DKI Jakarta, Mari Kita Dukung PSBB Total.
Ditulis oleh: Pradipa Yoedhanegara, Pengamat Politik.

PSBB total yang diumumkan oleh Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan. Untuk yang kedua kali ini, memang bukanlah langkah yang Populer. Hanya saja langkah “rem darurat” ini harus didukung oleh semua pihak yang ada di Provinsi DKI Jakarta. Agar pemprov dapat menekan laju kurva virus corona yang berasal dari Wuhan China tersebut.

Diputuskannya PSBB Total oleh Pemprov DKI, mungkin akan menuai pro dan kontra. Karena sejak awal virus yang di kenal dengan sebutan Covid 19 ini merebak dan menyebar di Provinsi DKI Jakarta.  Banyak pihak yang tidak percaya dan menganggap enteng virus corona dan menjadikannya bahan candaan dan lawakan para buzzer pembenci Anies, hingga para pejabat tinggi di level istana terkait kebenaran virus covid 19.

Sebagai warga negara yang baik tentunya kita gak perlu ikut-ikutan para buzzer pembenci Anies maupun ikut serta mempolitisir kebijakan PSBB Total yang akan diterapkan oleh pemprov DKI tersebut. Meski sejumlah pihak banyak yang nyinyir dan tidak sependapat dengan kebijakan tersebut dan menentang akan dilaksanakannya PSBB total. Maka kita sebagai warga masyarakat DKI yang taat tidak perlu mencontoh prilaku para buzzer tersebut.

Kebijakan PSBB total pemprov DKI layak kita dukung. Gak perlu kita sampai marah, kesal. Atau sampai menekan Gubernur seperti yang dilakukan oleh konglomerat yang menulis surat ke presiden. Serta protes seperti layaknya menteri ekonomi yang sok sibuk ngurusi persoalan ekonomi yang turun. Apalagi sampai curhat di instagram model ketua umum partai buram yang gak punya kursi parlemen di DPR RI. Serta curhat gubernur tetangga yang katanya kehilangan 300 trilyun, yang hitungannya angkanya gak jelas berasal dari mana.

Sehat itu, bagi warga masyarakat yang baik harus menjadi prioritas. Karena kalau sehat seluruh warganya maka warga masyarakat kedepannya bisa bekerja dan beraktivitas dengan baik. Yang secara otomatis pula aktivitas bekerjanya warga dki tersebut akan berimbas kepada bergeraknya roda perekonomian masyarakat DKI Jakarta. Jadi bagi warga DKI Jakarta yang melihat gaya buzzer dan pejabat yang protes dan marah sebaiknya tidak ditiru dan jadikan hal tersebut sebagai contoh buruk dalam demokrasi saat ini.

Pemprov DKI dan Gubernur Jakarta sejak awal punya jargon politik; “Jakarta Maju Kotanya, Bahagia Warganya”. Maka gubernur Anies sangat ingin warga DKI saat ini bahagia dengan membuat kebijakan tersebut. Karena apabila banyak warga masyarakat Jakarta yang sakit akibat dampak virus corona, maka bukan bahagia yang terjadi malah kesedihan yang akan dirundung oleh banyak warga masyarakat.

Untuk itu PSBB total, yang akan diterapkan oleh pemda DKI selama dua minggu kedepan harus bisa membuat kita sebagai warga masyarakat DKI menjadi lebih disiplin dalam protokol. Menjaga jarak, disiplin dalam menggunakan masker dan disiplin dalam menerapkan pola hidup yang bersih dan sehat di lingkungan tempat tinggal, maupun ditempat kerja di wilayah hukum pemprov dki jakarta.

Selain itu PSBB Total di dua minggu kedepan tersebut, harus lebih tegas dan lebih ketat dalam hal pengawasan dan implementasinya di lapangan. PSBB Total yang akan dilakukan tersebut juga seharusnya bisa dilaksanakan dengan bijak oleh pemprov DKI. Yaitu dengan memberikan hak atau kompensasi yang tepat waktu dan tepat sasaran terhadap warga DKI yang terdampak akibat dilaksanakannya PSBB total.

Selain hal diatas, pemprov DKI mungkin harus memprioritaskan para buzzer dan pembenci Anies dalam menerima Bansos dari pemda. Karena para buzzer yang teriak keras tersebut sebenarnya banyak yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian dari pemprov DKI. Karena sejak Virus Covid 19 ini beneran muncul di tanah air dan memakan korban ribuan orang, penghasilan para buzzer dan pembenci Anies itu berkurang drastis, khususnya buat mereka (buzzer) yang tinggal di DKI Jakarta. Karena kebanyakan buzzer dan pembenci Anies tidak tinggal di DKI Jakarta.

Sebagai pesan penutup, Jakarta akan dilihat oleh dunia sebagai parameter berhasil tidaknya pemerintah secara nasional menurunkan covid 19. Maka PSBB Total di dua minggu kedepan, harusnya bisa makin ketat dan makin mendisiplinkan warga masyarakat. Untuk itu secara pribadi saya serukan, mari kita dukung kebijakan gubernur DKI Jakarta untuk melaksanakan kebijakan PSBB tersebut. Agar kurva covid 19 dapat segera turun dan ekonomi warga menjadi pulih kembali, seperti sebelum adanya wabah covid 19. Dan berharap Jakarta kedepannya di masa kepemimpinan Anies dan Ariza Patria membuat jakarta “Makin Oke Oce” di mata dunia.

Loading...

Baca Juga