oleh

Solidaritas Umat Islam Poso Menjamin Qidam Alfarizki Bukan Teroris

SUARAMERDEKA.ID – Melalui gerakan Solidaritas Umat Islam Poso, sejumlah tokoh Islam menjamin bahwa almarhum Qidam Alfarizki Mowance bukan anggota dari jaringan MIT Pimpinan Ali Kalora. Melalui gerakan tersebut, ia meminta pihak Polda Sulawesi Tengah menarik pernyataan tersebut seperti yang dimuat di berbagai media massa.

Gerakan Solidaritas Umat Islam Poso ini dikoordinatori oleh Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Front Pembela Islam (FPI) Sulawesi Tengah Ustad Sugianto Kaimudin. Mereka membuat surat pernyataan yang diantara isinya menjamin bahwa almarhum Qidam Alfarizki Mowance bukan anggota dari jaringan teroris apapun.

Berikut Surat Pernyataan Solidaritas Umat Islam Poso yang dibuat pada Minggu 12 April 2020, seperti yang diterima redaksi,Selasa (14/4/2020).

SOLIDARITAS UMAT ISLAM POSO

SURAT PERNYATAAN

Assalamulaikum Warahmatullahi Wabarakatu

Sehubungan dengan adanya Korban penembakan yang terjadi pada tanggal 9 April 2020 bertempat di Desa Tobe Kec. Poso Pesisir Utara Kab. Poso yang mengakibatkan Meninggal Dunia Seorang laki-laki bernama Qidam Alfarizki Mowance.

Bahwa melihat secara fisik korban almarhum Qidam Alfarizki Mowance Meninggal dalam kondisi tidak wajar dimana diduga terjadi penganiayaan ditandai dengan adanya luka jahitan dari paha kiri sampai melewati kemaluan, adanya dugaan luka tusuk pada leher, bahu, dan sekitar rusuk kiri, adanya dugaan patah bagian paha kanan, adanya pembengkakan pada leher yang diduga patah, adanya memar pada belakang leher.

Baca Juga :  Hukum Memulangkan Anggota ISIS ke Indonesia Menurut Islam

Maka dengan ini kami menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Mengecam dengan keras tindakan yang dilakukan oleh pihak Kepolisian atas diri Qidam Alfarizki Mowance.
  2. Bahwa kami yakinkan, bahwa Qidam Alfarizki Mowance bukan merupakan anggota kelompok manapun yang dihubungkan dengan TERORIS.
  3. Bahwa tindakan kepolisian sangat bertolak belakang dengan prinsip praduga tak bersalah dimana korban di perlakukan tanpa melalui proses hukum yang jelas.
  4. Meminta pihak kepolisian dalam hal ini POLDA sulawesi tengah menarik pernyataan dimedia yang menyatakan Almarhum Qidam Alfarizki Mowance adalah jaringan MIT Pimpinan Ali Kalora, karena korban sama sekali tidak terlibat dalam jaringan apapun.
  5. Bahwa Qidam Alfarizki Mowance adalah masyarakat biasa yang tidak ada hubungannya dengan pergerakan terorisme dimanapun juga.
  6. Meminta kepada pihak kepolisian untuk menjelaskan secara transparan persoalan ini kepada keluarga, karena kami yakin Qidam alfarizki Mowance tidak bersalah.
  7. Meminta agar ditegakkan hukum se Adil-adilnya agar dikemudian hari anak bangsa tidak menjadi korban kebrutalan sepihak tanpa bukti awal yang jelas.
Baca Juga :  Teloris, Teroris, Tololis, Sebuah Opini Asyari Usman

Demikian pernyataan sikap ini disampaikan dan kepada keluarga korban dapat memberikan penjelasan lebih rinci tentang keberadaan korban sebelum meninggal dunia di tangan kepolisian.

Semoga kita semua selalu dalam lindungan dan kasih sayang Allah SWT.

Wassalanh Alaikum Warahmatullahi Wabarakatu.

Koordinator

Ustad Sugianto Kaimudin

Ikut Bertanda Tangan Sebagai Bentuk Kepedulian:

  1. H. Arifin Tuamaka,S.Ag,MM (Ketua MUI Kab. Poso)
  2. Hamzah (Amanatul Ummah)
  3. Irwan Mowance (Ayah kandung Qidam)
  4. Mukhtar (BPD Tambarana)
  5. Ustadz Kasmuri Salamah, S.pd.I (Ketua DPW FPI Poso)

(OSY)

Loading...

Baca Juga