oleh

Mewujudkan Pembangunan Nasional Butuh Manajemen Talenta Muda

SUARAMERDEKA.ID – Kaum muda harus mengambil peran dalam memberikan inovasi, ide, serta gagasan untuk mengoptimalkan talenta kaum muda agar bisa mewujudkan pembangunan nasional. Pernyataan ini disampaikan Asrorun Ni’am Sholeh selaku Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora RI, dalam acara Diskusi Publik Rumah Milenial Indonesia di Cikini, Jakarta Pusat, Rabu (31/7/2019).

Dalam diskusi dengan topik ‘Membedah Visi Manajemen Talenta Presiden Jokowi dalam Membangun Sumber Daya Manusia yang Berkualitas’, Asrorun Niam meminta kaum muda untuk memanfaatkan momentum bonus demografi yang sedang terjadi saat ini.

“Kemenpora adalah ujung tombak pembinaan kreatifitas dan inovasi kaum muda. Ketika Presiden Joko Widodo mewacanakan untuk membentuk lembaga talenta maka Kemenpora juga harus bisa mewujudkan visi Presiden yaitu mewujudkan Sumber Daya Manusia yang berkualitas sejak dini,” tegasnya.

Wakil Kepala Bekraf, Ricky Pesik mengatakan bahwa revolusi industri 4.0 memberikan tantangan baru bagi generasi muda. Generasi muda harus dapat menemukan solusi untuk melewati rintangan ini.

Baca Juga :  AJI Indonesia: Jurnalis Dihantui Kekerasan Fisik dan Upah Rendah
“Manajemen talenta ditujukan untuk menciptakan pahlawan-pahlawan baru. Sehingga perlu didukung oleh semua pihak. Manajemen talenta harus didukung dan diturunkan dalam berbagai kebijakan pemerintah. Sehingga dapat melahirkan pahlawan-pahlawan muda baru bagi Indonesia,” pungkasnya.

Politisi Nasdem, M. Farhan juga mengungkapkan hal serupa yaitu di masa era globalisasi. Masyarakat Indonesia harus bersaing dengan tenaga kerja asing. Oleh karena itu, fokus pembangunan Sumber Daya Manusia adalah lembaga pendidikan.

“Lembaga pendidikan mendidik masyarakat Indonesia sejak kecil, sehingga peran lembaga pendidikan harus menjadi fokus utama dan bisa bersaing dengan lembaga pendidikan dari luar negeri. Selain itu membumikan nilai-nilai kebangsaan dapat mendorong masyarakat Indonesia keluar dari zona nyaman dan dapat berdaya saing,” katanya.

Politisi Partai Gerindra, Anggawira menyatakan bahwa sistem tata kelola manajemen talenta di Indonesia belum berjalan dengan baik. Aktivis Kelompok Cipayung seperti HMI dan GMKI belum diberdayakan dan ditempatkan di posisi strategis pemerintahan.

“Kaum muda Indonesia banyak yang berkecimpung di organisasi seperti HMI, GMKI, PMII, dan lainnya serta ikut proses kaderisasi. Namun tidak ditempatkan di dalam posisi strategis pemerintahan. Kehingga akhirnya selalu kalah dari orang-orang yang diragukan kapasitasnya,” ujar Angga.

Baca Juga :  Mengintai 24 Jam, Musuh Gubernur Anies Seperti Piranha Lapar

Politisi yang juga menjabat sebagai Ketua BPP HIPMI ini juga menegaskan bahwa lembaga manajemen talenta yang disampaikan Presiden Jokowi masih belum memiliki gambaran yang jelas dalam pelaksanaannya. Ia menyarankan agar pada periode kedua Presiden Jokowi harus lebih fokus pada sektor pendidikan, pangan, kemaritiman dan sektor -sektor penting lainnya.

Sabam Silaban selaku praktisi Sumber Daya Manusia mengatakan bahwa pemerintah belum mampu menjaring talenta-talenta anak muda. Terutama yang berasal dari berbagai daerah di luar ibukota.

“Kaum muda mempunyai pemikiran yang ‘out of the box’. Cara berpikir generasi muda harus berprinsip lokal namun berkonteks global. Sehingga mampu berkompetisi dalam era globalisasi sesuai dengan visi Presiden Jokowi,” pungkasnya. (MIL)

Loading...

Baca Juga