oleh

Beras Bantuan Kemensos di Banyuwangi Disebut Tak layak Konsumsi

SUARAMERDEKA.ID – Aliansi Rakyat Miskin (ARM) menyebut, beras bantuan Kemensos (Kementerian Sosial) untuk untuk Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) di kabupaten Banyuwangi tidak layak konsumsi. Beras yang dibagikan diklaim berwarna kusam dan mengeluarkan bau apek.

“Saya minta beras bantuan Kemensos memberikan beras yang layak konsumsi kepada masyarakat. Sesuai aturan, beras yang dibagikan harus merupakan beras kualitas medium. Bukan beras berkualitas rendah, berwarna kusam dan berbau apek,” ucap Ketua ARM, Muhammad Helmi Rosyadi, Sabtu (26/9/2020).

Ia menuturkan, banyak warga di Banyuwangi yang mengeluh kualitas beras tersebut. Menurutnya, kondisi beras bantuan yang seperti itu ditemukan hampir di seluruh wilayah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi.

“Saya mendesak leading sektor beras, agar membagikan beras yang layak konsumsi kepada KPM PKH, beras yang benar-benar berkualitas medium. Bukan beras berkualitas jelek, berwarna kusam dan berbau apek,” kata Helmi, yang juga ketua Gerakan Buruh dan Rakyat Anti Korupsi (GEBRAK).

Awak media menemui salah satu KPM PKH di wilayah Kecamatan Genteng berinisial D mengatakan, beras dari bantuan Kemensos. Ia mengakui, sebanyak 30 kilogram yang diterimanya sudah berwarna kekuningan dan berbau apek. Pengakuan serupa juga disampaikan warga penerima manfaat di wilayah Kecamatan Pesanggaran berinisial H.

Untuk diketahui, KPM PKH penerima bantuan beras Kemensos  di Banyuwangi berjumlah 66.796 KK. Penyalurannya dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama, untuk bulan Juli dan Agustus disalurkan di bulan September 2020 sebanyak 30 kilogram. Sedangkan, bantuan tahap kedua atau periode bulan September akan disalurkan pada Oktober mendatang sebanyak 15 kilogram beras. (BUT)

Loading...

Baca Juga