oleh

BPDPKS Dukung Industri Sawit Indonesia Lebih Berkelanjutan

SUARAMERDEKA.ID – Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) memberi dukungan untuk industri sawit Indonesia lebih berkelanjutan. Instansi ini adalah Badan Layanan Umum (BLU) di bawah koordinasi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.

Direktur Utama BPDPKS Dono Boestami mengatakan, sejak dibentuk pada pertengahaan 2015 hingga saat ini, BPDPKS telah berhasil melakukan dukungan dana pada berbagai program Pemerintah. Antara lain untuk penyaluran dana dukungan program biodiesel. Penyaluran dukungan dana biodiesel ini selain dimaksudkan untuk mengurangi ketergantungan Indonesia kepada impor minyak solar dan minyak mentah.

“Dengan kemampuan menyerap kelebihan CPO di pasar domestik, program biodiesel telah mendorong keseimbangan pasar menuju tingkat harga yang lebih baik dibandingkan periode sebelum BPDPKS didirikan. Sejak 2015 sampai saat ini, program biodiesel telah mempertahankan tingkat harga CPO rata-rata di atas USD550/ton,” paparnya di Jakarta, Kamis (19/12/2019).

BPDPKS juga aktif dalam dukungan dana guna persiapan program B30 di awal 2020. Antara lain melalui dukungan dana untuk keperluan uji coba mesin dan bahan bakar biodiesel. Termasuk sosialisasi program biodiesel kepada masyarakat.

Program yang tidak kalah penting dalam mempertahankan komoditas utama di Indonesia ini adalah program peremajaan sawit rakyat untuk meningkatkan produktivitas kebun swadaya. Peremajaan ini juga untuk memenuhi permintaan minyak nabati dunia yang diproyeksikan akan terus meningkat.

“Untuk menyukseskan program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR), BPDPKS turut memberikan dukungan. Dengan menyalurkan bantuan dana sebanyak Rp25 juta per hektare per petani. Sampai dengan bulan November 2019 telah tersalur dana PSR sebesar Rp2,4 Triliun dengan luasan lahan sebesar 98.869 Ha. Dan melibatkan 43.881 pekebun yang tersebar di 21 Propinsi dan 106 Kabupaten di Indonesia,” ujarnya.

Pencapaian tersebut meningkat drastis pada 2019, yaitu peningkatan penyaluran dana sebesar 622% dibandingkan 2018. Hal itu disebabkan adanya penyempurnaan pada proses bisnis dukungan dana peremajaan. Antara lain penyederhanaan proses yang semula terdiri dari 14 persyaratan saat ini disimplifikasi menjadi 8 persyaratan. Selain itu, untuk memberi akses yang lebih luas kepada para petani yang membutuhkan dana peremajaan. Sejak pertengahan 2019, telah diluncurkan program Aplikasi Peremajaan Sawit Rakyat On-line (PSR On-line). (AMN)

Loading...

Baca Juga