oleh

JAKI dan Lambang Kemanusiaan Internasionalnya

JAKI dan Lambang Kemanusiaan Internasionalnya.

Oleh: Yudi Syamhudi Suyuti
Koordinator Eksekutif JAKI.

Tadi siang, ada sesuatu yang surprise ketika saya sedang ke tempat percetakan. Saya lagi mencetak kartu JAKI yang ada logo nya juga.

Lalu saat saya membahas masalah desainnya, desainer tersebut yang merupakan sahabat perjuangan itu bertanya pada saya dengan rasa menyelidik, takut dan kuatir. Saya langsung menjawab, itu lambang sila ke 2 Pancasila yang bunyinya “kemanusiaan yang adil dan beradab.” Setelah mendengar penjelasan saya, sahabat perjuangan tersebut langsung terlihat plong, puas dan mantab bekerjanya.

Saya tanya ke dia, sampeyan pasti gelisah karena ada warna merah kuningnya ya. Pasti berpikir warna PKI ya. Hehehe…ini bukan warna PKI. Tapi warna simbol kerajaan manusia. Apa yang dimaksud kerajaan manusia itu, adalah kemanusiaan yang adil dan beradab, dimana setiap manusia di seluruh dunia menjadi raja dibawah Tuhan Yang Maha Esa sebagai bentuk amanah Adam (Bapak leluhur kita dan manusia pertama ciptaan Tuhan).

Saya jelaskan, sebetulnya si pembuat lambang sila ke 2 tersebut mengasosiasikan warna kuning tersebut dengan warna emas dengan background warna merah. Tapi mungkin, saat itu untuk mencetak warna emas, teknologinya belum ada. Jadi diambil warna kuning dan digunakan sampai sekarang.

Dan kenapa JAKI menggunakan lambang Sila ke 2 Pancasila tersebut. Saya ingin menjelaskan bahwa JAKI itu organisasi jaringan internasional yang didirikan di Indonesia oleh orang Indonesia dan beranggotakan individu, kelompok, organisasi di lintas bangsa atau di dunia internasional. Namun JAKI didirikan berangkat dari prinsip-prinsip kemanusiaan yang ada di Pembukaan UUD 45 atau yang bagi JAKI adalah manifesto perjuangan kemanusiaan yang bukan saja untuk rakyat Indonesia tapi untuk seluruh rakyat di dunia internasional.

Kemanusiaan yang Adil dan Beradab adalah sila kedua Pancasila yang digambarkan dengan rantai emas. Jika kita cermati lebih dekat, rantai emas ini memiliki dua mata rantai yang berbeda, yaitu persegi dan lingkaran yang berkaitan satu sama lain dan membentuk sebuah lingkaran lonjong. Mata rantai yang berbentuk persegi dalam lambang ini menggambarkan pria-pria.

Sedangkan mata rantai berbentuk lingkaran dalam lambang rantai emas ini menggambarkan para wanita. Rantai dengan dua mata rantai yang berbeda ini melambangkan hubungan sesama manusia. Para wanita dan pria berhak mendapatkan kesetaraan hak, wajib untuk bahu membahu, saling membantu, serta bersatu padu.

Sila kedua yang digambarkan dengan gambar rantai tersebut mengandung nilai humanitarian atau moral kemanusiaan. Nilai kemanusiaan yang digambarkan oleh sila kedua Pancasila yang merupakan bagian manifesto kemanusiaan (pembukaan UUD 45) ini hanya akan tercapai jika setiap rakyat Indonesia dan umat manusia mempertunjukkan perbuatan dan tindakan yang senantiasa menjaga martabat dari rakyat Indonesia dan umat manusia yang lainnya, juga untuk saling menjaga ketertiban dunia.

Bentuk sifat kemanusiaan lain yang juga dilambangkan oleh rantai ini juga merupakan perilaku adil yang berhak diterima oleh setiap rakyat Indonesia dan umat manusia di seluruh dunia. Rakyat Indonesia yang mengamalkan nilai sila kedua Pancasila ini akan selalu menghargai dan menghormati sesama manusia. Kesetaraan juga diwakili oleh lambang kedua dari ini, yaitu kesetaraan hak bagi semua rakyat Indonesia dan umat manusia di dunia manapun berada.

Dua mata rantai yang berbeda, yakni persegi dan lingkaran, menyatakan bahwa baik pria dan wanita dipandang setara. Mereka mendapatkan hak yang sama, baik dalam memperoleh pendidikan maupun pekerjaan. Hal ini mengingatkan kita pada perjuangan salah satu pahlawan wanita di Indonesia, R. A. Kartini yang berjuang keras demi mendapatkan kesetaraan hak.

Pembukaan UUD 45 yang menjadi manifesto kemanusiaan internasional JAKI memiliki nilai-nilai kemanusiaan universal. Dan ini lahir pada 18 Agustus 1945 sebelum Deklarasi Hak Asasi Manusia di PBB 10 Desember 1948. Selain itu dalam Pembukaan UUD 45 tersebut, seluruhnya berisi tentang prinsip dan tatanan kemanusiaan, kemerdekaan dan keadilan yang diberkati Rahmat Allah.

Oleh karena itu JAKI menggunakan lambang dan simbol tersebut sebagai lambang Internasional JAKI (Jaringan Aktivis Kemanusiaan Internasional). Karena prinsip ini sejalan dengan prinsip universal. Bagi kami, ini adalah Amanah Bapak Adam untuk seluruh anak cucu Adam. All the people’s King under God Almighty.

Dan Ini adalah Internasionalisasi..!!!. Merdeka…!!!.

Jakarta, 25 Februari 2019.

Loading...

Baca Juga