oleh

KAMMI dan GMNI Cabang Buru Gelar Aksi Damai Tolak Omnibus Law

SUARAMERDEKA.ID – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) bersama dengan Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Buru tergabung menjadi satu dalam aliansi penyelamatan rakyat. Mereka melakukan aksi damai menolak disahkannya UU Omnibus Law.

Sekretaris GMNI cabang Buru Taufik Fanolong menjelaskan, aksi ini dilakukan untuk menyampaikan aspirasi secara langsung guna menyuarakan dan memperjuangkan apa yang menjadi hak-hak rakyat Indonesia. Aksi ini digelar di Simpang 5 Kabupaten Buru, Sabtu (10/10/2020).

“Bahwa aksi yang kami lakukan adalah demonstrasi penyampaian aspirasi secara langsung. Atas nama Aliansi Penyelamatan Rakyat. Aksi kami ini akan terus berlanjut demi membela hak-hak rakyat. Karena pada 5 Oktober 2020, DPR RI mengesahkan UU Cipta Kerja,” tutur Fanolong

Senada, Ketua KAMMI cabang Buru Mujibu Rahman menjelaskan, ada beberapa pasal dalam Omnibus Law yang menjadi kontradiksi. Pasal-pasal inilah yang menurutnya menimbulkan ketidakadilan bagi masyarakat.

“Tuntukan kami yang paling fundamental yaitu kami meminta kepada Presiden RI untuk tidak menandatangani UU Cipta Kerja yang sudah disahkan dalam rapat paripurna DPRI RI kemarin,” imbuhnya.

Ia menambahkan, aksi ini akan berlanjut pada hari Senin (12/10/2020) bersama Cipayung plus, beserta Badan Eksekutif Universitas Iqra Buru di gedung DPRD kabupaten Buru.

“Narasi kami tetap sama. Jangan sampai masa depan negeri ini hanya dimiliki oleh semua kepentingan oligarki,” tegas Mujiba Rahman. (ARB)

Loading...

Baca Juga