oleh

KPK Tidak Berani Tangkap Enggar. Opini Muslim Arbi

KPK tidak berani Tangkap Enggar. Oleh: Muslim Arbi, Gerakan Aliansi Laskar Anti Korupsi (GALAK).

Pekan kemarin Publik apresiasi KPK setelah berani tetapkan tersangka dan tahan Imam Nahrawi, Menpora. Menteri Jokowi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) atas dugaan kasus korupsi senilai Rp 28 miliar rupiah.

Tetapi KPK dianggap ayam sayur atas kasus yang ditanganinya di kementerian perdagangan. Menterinya, Enggartiasto Lukito, sudah di panggil berkali kali tetapi mangkir hadir di Gedung Merah Putih. Bukan saja Mentrinya tidak mau hadir. Tetapi sejumlah stafnya seperti Dirjen dan Direktur nya lakukan pembangkangan terhadap panggilan KPK. Padahal nilai perijinan yang diduga dimainkan di Kemedag itu triliunan rupiah.

Kalau merasa tidak salah kenapa takut dipanggil KPK dan ngacir sana sini dengan alasan kunjungan kerja di berbagai tempat di dalam dan di Luar Negeri? Aneh saja menteri Jokowi asal Cirebon yang satu ini. Hehehe

Sikap Enggar itu adalah jelas jelas merupakan perbuatan melawan hukum dan mencerminkan pejabat yang tidak berintegritas.

Enggar bahkan berani melawan Presiden Jokowi dengan melakukan mutasi Dirjen dan Sekjen nya. Perbuatan Enggar ini memalukan Presiden Jokowi. Tetapi Jokowi juga takut pecat Enggar. Ada apa antara Jokowi dan Enggar?

Mengapa Enggar dengan cepat menggeser Dirjen Daglu, Oke menjadi Sekjen? Ini juga jadi pertanyaan. Bahkan Oke dipanggil empat kali oleh KPK juga tidak hadir. Tiga kali panggilan dalam kasus Gula dan satu kali panggilan dalam kasus bawang putih.

Dalam kasus bawang putih misalnya, KPK bisa korek informasi dari pemain gula dan bawang putih, Pieko Nyotosetiadi yang sudah ditahan dalan kasus gula beberapa waktu lalu. Pieko ini pemain bawang putih besar. Dia bahkan sesumbar kepada para importir bawang putih “kalau mau izin impor bawang putih datang ke dia”. Ko bisa, apakah dia yang atur perizinan impor bawang di kemendag?

KPK tidak berani tetapkan tersangka Enggar, padahal sejumlah bukti kasus kader partai Nasdem itu sudah di kantonginya.

Soal Korupsi Perizinan Impor, KPK bisa telusuri data-data di Inatrade, NSW, Karantina dan di Bea Cukai. Di sana data-data impor akan didapat dengan mudah.

Isu permainan impor di kemendag selama ini juga melibatkan besan dan anak Enggar. KPK bisa telusuri itu selain data yang terkait dengan Bowo Sidik. Anggota Dewan dari Golkar yang di tangkap KPK jelang Pilpres lalu.

Kalau KPK tidak berani tersangka dan tahan Enggar padahal dipanggil berkali-kali dan mangkir termasuk anak buahnya di Kemendag. KPK dianggap terima suap Enggar oleh publik.

Publik anggap KPK berani tahan Imam Nahrawi karena mantan Menpora itu “kering” untuk koordinasi sedangkan Enggar karena tajir dari ijin-ijin impor sehingga pedang berantas korupsinya tumpul?

Jika KPK tidak segera tersangka dan tahan Enggar atas kasus perizinan di kemendag selama ini. Maka anggapan Enggar koordinasi dengan penyidik KPK selama ini benar adanya.

Loading...

Baca Juga