SUARAMERDEKA.ID – Perempuan bernama Ma Kyal Sin atau akrab disapa Angel tewas ditembak di tempat oleh militer Myanmar. Mahasiswi 19 tahun ini adalah satu diantara 50 orang yang meninggal dalam unjuk rasa agar krisis politik soal kudeta militer Myanmar segera usai.
Angel ikut dalam aksi unjuk rasa dengan mengenakan kaus bertuliskan “Everything Will Be OK” (semua akan baik-baik saja). Saat unjuk rasa, Angel membawa tulisan yang dibungkus dengan plastik anti air. Ia tewas ditembak di tempat oleh militer Myanmar.
Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD – RI) Fachrul Razi turut menyampaikan dukacita. Senator asal Aceh ini menyebut kekejaman junta militer Myanmar terhadap demonstran telah cukup mengkhawatirkan dan menimbulkan gejolak baru dikawasan ASEAN.
“Kami mengutuk keras tindakan sporadis militer myanmar terhadap demonstran, apalagi telah menewaskan 50 warganya sendiri ” jelasnya.
Ketua Komite I DPD – RI tersebut juga meminta Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Luar Negeri untuk secara tegas mengambil tindakan diplomasi, bersama negara – negara ASEAN lainnya, serta menjembatani konflik Kudeta di negeri 1000 Pagoda Emas tersebut agar segera membaik.
” Sebagai mantan Mahasiswa dan Aktivis saya berduka atas kematian Ma Kyal Sin, dia masih sangat muda, Junta Militer Myanmar harus diberikan Sangsi tegas oleh pihak Internasional,” ujarnya. (RED)









